Sepeda Bambu Lebih Nyaman
Saya ingin memasang stiker "bambu lebih asli". Karena menunggang sepeda rangka bambu disebutkan lebih nyaman
Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa
Disainer Ozon Cyclery , Daniel Vogel-Essex dan Stefan Brüning menunjukkan kreasi sepeda buatannya dari bahan bambu. Mereka menggelar bengkel kerja di Berlin untuk publik umum dan menunjukkan cara membuat sepeda itu.
Bambu terkenal ketahanan maupun kekuatannya dihitung dari rasio bobotnya. Kulit luar dan dalam bambu yang berlapis-lapis membuatnya kuat sekaligus fleksibel. Lapisan-lapisan ini juga meredam getaran dan permukaan jalanan.
Memotong bambu sebagai bahan rangka sepeda amat mudah, jauh berbeda dengan memotong baja atau logam lainnya. KIta hanya membutuhkan gergaji biasa, ampelas, resin epoxy dan serat alami. Foto berikutnya, menunjukkan langkah kerja selanjutnya.
Menyambung batangan bambu yang sudah dipotong menjadi rangka sepeda, adalah langkah paling sulit bagi para peserta bengkel kerja. Setiap pembuat sepeda bambu punya metode yang berbeda-beda. Ada yang membungkus rangka yang sudah dirakit dengan lembaran serat alami yang dicelupu resin. Yang lainnya menggunakan sendi sambungan dari baja.
Untuk membuat sambungan rangka lebih kuat, bambu dibungkus kain dari serat alami. Stefan Brüning (kanan) meniru cara industri penerbangan dalam mengembangkan teknik penyambungan bambu. Digunakan material komposit dari serat rami yang sebelumnya dicelup resin epoxy.
Ada motto "baja adalah rangka asli sepeda". Rangka sepeda dari baja disebut-sebut memberikan kualitas terbaik saat mengendara. Tapi Vogel-Essex mengatakan, saya ingin memasang stiker "bambu lebih asli". Karena menunggang sepeda rangka bambu disebutkan lebih nyaman.
Ozon Cyclery menggelar bengkel kerja setiap akhir pekan di Berlin. Tapi membuat sepeda rangka bambu tidak hanya populer di Jerman. Di seluruh dunia permintaan sepeda bambu terus naik. Sejumlah perusahaan kecil di AS, Ghana, Zambia dan Singapura kini membuat rangka sepeda babmu secara serial.(DW.DE)