Rabu, 10 Juni 2026

PPDB Kota Surabaya

Persaingan SMA Kawasan Longgar

Persaingan SMA Kawasan Longgar

Tayang:
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA – Persaingan masuk ke SMA kawasan ternyata cukup longgar. Hingga pendaftaran ditutup Rabu (19/6/2013) pukul 16.00 WIB, jumlah pendaftar yang masuk hanya 4.326 orang. Sementara pagu yang ditetapkan di 12 sekolah setelah dikurangi dari jalur mitra warga ada 4.002 kursi. Itu artinya, persaingan masuk kurang dari 1:1 pendaftar.

Pagu ini masih memungkinkan berkurang karena sekolah kawasan
juga menerima siswa dari jalur prestasi yang saat ini proses seleksinya masih
berlangsung.

Sementara untuk SMP kawasan, jumlah pendaftar yang masuk ada 7.571 pendaftar dari total pagu yang ditetapkan sebanyak 3.820 kursi. Artinya perbandingan pendaftar dengan jumlah pagu bisa 1 : 2.

Longgarnya persaingan masuk SMA kawasan ini memungkinkan pendaftar mudah lolos terutama pada sekolah-sekolah yang kurang peminatnya.

Hingga pendaftaran ditutup, panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) Surabaya enggan mengungkapkan sebaran peminat di masing-masing sekolah.

Namun, dari hasil penelusuran surya.co.id, sebaran  pendaftar paling banyak masih ada di
sekolah-sekolah eks RSBI seperti SMAN 5 atau di SMPN 1.

Humas PPDB Surabaya Eko Prasetyaningsih mengakui jumlah
pendaftar ini jauh dari perkiraan awal. Sebelumnya pihaknya memperkirakan
jumlah pendaftar sekolah kawasan mencapai 8.000 peserta sesuai dengan standar
nilai minimal yang bisa masuk SMA kawasan yakni 32.00 atau rata-rata 8,00 serta
nilai per mata pelajaran tidak boleh di bawah 7,25.

Eko menduga minimnya pendaftar ini karena siswa yang
memenuhi standar nilai memilih melanjutkan ke sekolah swasta pilihannya.

“Anak sekarang itu canggih, kritis dan punya pilihan sendiri. Sebagian mereka tidak
mau sekolah di negeri. Mereka memilih sekolah swasta yang bermutu dan dekat
dengan rumahnya,”kata KabidPendidikanDasar, Menengah Dindik Surabaya saat ditemui di kantornya, Rabu (19/6/2013).

Eko memastikan tidak akan memperpanjang waktu pendaftran
meski jumlah pendaftar belum memenuhi target.

Pendaftar ini langsung akan diseleksi oleh tim PPDB sambil
menunggu tes potensi akademik yang akan digelar 22 Juni 2013 untuk SMP dan 23 Juni 2013 untuk SMA kawasan.

Proses seleksi akan dinilai berdasarkan pilihan sekolahnya.
Karena itu dia memastikan tidak akan ada sekolah yang mendominasi karena
pilihan pendaftar dua sekolah.

Bagaimana jika ada sekolah yang tidak memenuhi pagu? menurut Eko, pagu yang tersisa di sekolah ini akan diikutkan dalam PPDB reguler yang
pendaftarannya dimulai tanggal 26-29 Juni 2013.

Syaratnya, pagu yang tersisa itu minimal satu rombongan belajar atau 38 hingga 40 kursi per sekolah.  Kurang dari satu rombel, maka pagu itu akan dibiarkan begitu saja tanpa
diisi.

Pagu yang diikutkan dalam PPDB jalur reguler itu nanti akan
dimasukkan berdasarkan rayon.
Dan berbeda dengan jalur kawasan, di mana pendaftar juga harus diseleksi lagi melalui tes potensi akademik (TPA), pendaftar jalur reguler tanpa diharuskan mengikuti TPA.

“Parameter satu-satunya untuk jalur reguler, ya  nilai ujian nasional,”tegas pejabat yang pintar geguritan.

Lalu, apa kegunaan dari TPA jika ternyata tidak semua siswa melewati seleksi itu? Eko beralasan TPA tak hanya dipakai untuk PPDB, tetapi juga untuk pemetaan potensi siswa.
“TPA ini tetap berguna karena hasilnya akan diberikan ke sekolah. Jadi dari hasil TPA ini akan kelihatan potensi masing-masing siswa. Ini tepat sekali saat pemberlakuan kurikulum 2013,”tegas pejabat kelahiran Ponorogo.  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved