Pilwali Mojokerto
PNS Jangan Jadi Celeng Boloten
Maraknya fenomena PNS di lingkungan Pemkot Mojokerto yang tak netral mendapat reaksi keras Wali Kota Abdul Gani Soehartono.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
Gani yang akan habis masa jabatannya akhir tahun 2013 ini tak ingin anak buahnya terlibat langsung dalam kegiatan dukung mendukung bakal pasangan calon wali kota. Dia mengaku kaget saat mendengar anak buahnya terlibat dukung-mendukung bakal calon ini.
"Tidak netralnya PNS ini menjadi perhatian khusus saya," kata Gani saat ditemui usai upacara kirab Adipura tadi pagi.
Wali kota ini menyatakan bahwa dirinya pukul 06.30 sudah berangkat dari rumah demi merespons fenomena PNS di Mojokerto yang tak netral. Apalagi sampai terjadi kubu-kubuan bersama bakal calon wali kota.
"Saya langsung menginstruksikan secara khusus kepada PNS tadi. Sesuai aturan dan korps, PNS harus netral. Jangan lah sampai setor muka atau jual muka kepada calon. Tak usah lah seperti celeng boloten. Apa takut akan kehilangan jabatan," kesal Gani.
Gani menegaskan bahwa tak mungkin pejabat eselon akan dipindah menjadi anggota Satpol. Gani meminta semua anak buahnya bekerja maksimal dan bekerja profesional tanpa terlibat kegiatan dukung mendukung calon. Tak hanya tak netral, PNS juga tak boleh bentrok dengan terjadi kubu-kubuan atau blok-blokan mejelang Pilwali.
Saat ini, Gani memerintahkan kepada BKD untuk menindaklanjuti temuan PNS yang diketahui terlibat dalam kegiatan dukung mendukung calon. Penekanan disiplin PNS harus ditegakkan. "Kita tunggu bukti valid. Selanjutnya kan saya tegur keras," kata Gani.