SKT Pakai Alat Linting Gilingan Tanpa Pesut

Gilingan kayu hanya menghasilkan 325 batang rokok per jam.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto SKT Pakai Alat Linting Gilingan Tanpa Pesut
surya/sri wahyunik
Mesin linting baru
SURYA Online, JEMBER - Pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk yang berada di Desa Garahan Kecamatan Silo, Jember memakai alat linting Gilingan Tanpa Pesut (GTP). GTP merupakan alat baru yang kini dipakai oleh Sampoerna dalam memproduksi SKT.

Dari tujuh pabrik SKT Sampoerna di Pulau Jawa, masih tiga pabrik yang memakai GTP yakni Kraksaan (Probolinggo), Kunir (Lumajang) dan Garahan (Silo). "Alat yang dipakai memang baru pakai sistem gilingan tanpa pesut, lebih efektif karena bisa menghasilkan 410 batang rokok per
jam. Baru tiga plant yang memakai GTP, lainnya gilingan kayu," ujar Markus Hosea, Head of Handrolled Manufacturing PT HM Sampoerna Tbk usai peresmian SKT Sampoerna Jember, Kamis (13/6/2013).

Sementara empat pabrik lainnya masih memakai alat linting gilingan kayu. Gilingan kayu hanya menghasilkan 325 batang rokok per jam.

Pemakaian GTP juga lebih efektif karena satu kelompok hanya terdiri dari enam orang yang terdiri dari empat orang bagian pelintingan (rolling), satu orang pemotongan (cutting) dan satu orang bagian pembungkusan (wrapping). Tiga pekerjaan itu cukup dilakukan di satu meja. Tetapi kalau memakai gilingan kayu, pekerjaan itu tidak dilakukan dalam satu kelompok.

"Memang lebih efektif. Terus para pekerja yang masih menjalani permagangan di sini juga secara mudah menyerap pelatihan yang dilakukan dalam melinting sesuai standar," ujar Rahmawati, pekerja bagian produksi.

SKT Sampoerna Garahan, Jember resmi dibuka hari ini, Kamis (13/6/2013). Pabrik itu menempati lahan seluas 2,3 hektare di KM 24 Jalan Raya Banyuwangi, Garahan, Silo, Jember. Pabrik itu telah menyerap 4.500 orang pekerja dari rencana jumlah pekerja sebanyak 6.500 orang. Sebagian besar pekerja adalah perempuan yang berasal dari Kecamatan Silo dan sekitarnya seperti Pakusari, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari juga Kalisat.

Berdasarkan data yang didapatkan Surya, nilai investasi pabrik itu mencapai Rp 386 miliar. Rencana kapasitas produksi per tahun mencapai Rp 3,2 miliar batang SKT senilai Rp 2,9 triliun.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved