Bule Ketagihan Soto Lamongan
Tak hanya Soto Lamongan, mahasiswa asing juga ditunjukkan makanan lemper dan wedang ronde
Penulis: Musahadah | Editor: Wahjoe Harjanto
Selain empat mahasiswa Amerika, juga ada Nanaho Miyake dan Hiroe Miyake dari Setsunan University, Jepang. Nathan yang sudah dua bulan di Surabaya bahkan mengaku sudah ketagihan Soto Lamongan.
”Rasanya sangat nikmat dan bumbunya terasa. Saya sudah 10 kali makan masakan ini sejak ada di sini,”akunya.
Tak hanya Soto Lamongan, mahasiswa asing juga ditunjukkan makanan lemper dan wedang ronde, sekaligus praktek membungkus lemper memakai daun pisang.
”Ini sangat susah tapi sangat mengasyikkan,” aku Nick Reed.
”Butuh keahlian untuk bisa membuatnya,” tambah Nathan.
Ketika diminta mencicipi, enam mahasiswa asing ini langsung berucap enak. ”Niki Eco,” sebut Nathan, Steven dan Nick serempak menirukan perkataan pemandunya.
Nathan yang ditemui surya.co.id di sela-sela acara mengaku kerasan tinggal di Surabaya. Selain makanannya yang beragam, suasana dan keramahan masyarakat memuatnya tidak terasa sudah dua bulan di sini.
Selama dua bulan itu, sebagian waktunya dipakai untuk berwisata, menikmati kuliner dan tentu saja acara program perkuliahan.
”Saya juga suka makan tahu campur, salad Jawa. Itu sangat enak,” akunya sambil tersenyum.
Kesan berbeda dikatakan Nanaho. Mahasiswa Jepang berparas ayu ini sudah menguasai Bahasa Indonesia setelah tinggal tiga bulan di Surabaya. Dia juga tahu mencoba belajar sejarah Indonesia terutama yang berkaitan dengan Jepang.
”Jadi Indonesia merdeka itu karena Jepang. Ini pelajarasan yang saya terima saat di sana (Jepang),” katanya sambil tersenyum polos.