Lipsus Investasi

Neraca Perdagangan Jatim Defisit

Ekspor nonmigas masih mendominasi sebesar 3,5 miliar dolar AS, sementara eskpor migas berkontribusi 89 juta dolar AS.

Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Tri Dayaning Reviati
Neraca perdagangan Jatim hingga Maret 2013 mengalami defisit 2,2 miliar dolar AS karena impor lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, Januari-Maret 2013, nilai ekspor 3,6 miliar dolar AS, turun 10 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang 4 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas masih mendominasi sebesar 3,5 miliar dolar AS, sementara eskpor migas berkontribusi 89 juta dolar AS. “Jatim bukan kawasan penghasil tambang,” ujar Kepala BPS Jatim, Irlan Indrocahyo, beberapa waktu lalu.

Khusus Maret 2013, nilai ekspor Jatim sebesar 1,23 miliar dolar AS, atau turun dibanding Februari, yang 1,238 miliar dolar AS. Ekspor nonmigas mencapai 1,2 miliar dolar AS, naik dari 1,19 mliar dolar AS (Februari). Sedangkan ekspor migas, hanya 30 juta dolar AS atau turun dari sebelumnya 47,7 juta dolar AS.

Irlan Indrocahyo menjelaskan, Jepang menjadi negara tujuan utama. Negeri Matahari Terbit itu impor 221,81 juta dolar AS dari Indonesia. Disusul, AS, China, Malaysia, dan Singapura.

“Kontribusi kelima negara itu mencapai 51,42 persen terhadap total ekspor nonmigas Jatim,” imbuhnya.

Lemak dan minyak hewan mendominasi ekspor nonmigas Jatim. Nilaianya 117,62 juta dolar AS, lalu bahan kimia organik senilai 87 juta dolar AS, kertas atau karton senilai 80,73 juta dolar AS, dan perhiasan senilai 80,11 juta dolar AS, serta kayu dan barang dari kayu senilai 78,71 juta dolar AS.

Di sisi impor, pada Maret 2013, mencapai 1,76 miliar dolar AS atau turun 14,9 persen dibanding Februari yang 2,07 miliar dolar AS.

"Secara keseluruhan, nilai impor Jatim sepanjang Januari hingga Maret 2013 mencapai 5,86 miliar dolar AS, atau turun 0,3 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebsar 5,87 miliar dolar AS," papar Irlan Indrocahyo.

Dari keseluruhan impor 1,76 miliar dolar AS, impor migas mencapai 419 juta dolar AS, sedangkan impor nonmigas mencapai 1,34 miliar dolar AS. Produk impor nonmigas Jatim didominasi mesin dan pesawat mekanik, diikuti besi dan baja, sisa industri makanan dan bahan kimia organik.

"Sebagian besar diimpor dari China, AS, Jepang, Thailand dan Jerman. Dari kelimanya, China mendominasi dengan nilai sebesar 222,8 juta dolar AS," tambah Irlan Indrocahyo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved