Lipsus Investasi

Asing Lebih Agresif Berebut Pasar Lokal

Ekspor komoditas dari Taiwan ke Indonesia saat ini masih kecil. Tetapi negara itu meyakini ekspornya akan terus meningkat.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Tri Dayaning Reviati
Gerbang pasar terbuka ASEAN akan segera dibuka tahun 2015. Negara-negara lain sudah mulai rajin menggaet rekanan lokal untuk membuka pasar di Indonesia. Di sini, para pelaku usaha dan pemerintah justru masih berdebat tentang kesiapan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC).

Bukan hanya negara-nagra ASEAN yang agresif membuka peluang pasar di Indonesia, hampir semua negara produsen kini melirik negara dengan populasi ratusan juta ini, sebagai potensi pasar yang menggiurkan.

Gencarnya ekspansi negara-negara asing ini setidaknya terlihat langsung dari hadirnya beragam pameran wisata dan industri di Kota Surabaya dalam minggu-minggu ini.

Thailand secara terbuka mengenalkan produk-produk garmen dan kerajinannya di Tunjungan Plaza. Kemudian, Taiwan dalam waktu hampir bersamaan mencoba menarik warga Surabaya untuk berwisata ke negara itu.

Director Press Information Division, Economic & Trade Office di Indonesia, Tommy Lee mengatakan, ekspor komoditas dari Taiwan ke Indonesia saat ini masih kecil. Tetapi sejalan dengan upaya negara itu untuk kembali meningkatkan ekspornya ke manca negara, mereka meyakini ekspor ke Indonesia juga akan meningkat.

Tommy Lee menyebutkan, ekspor Taiwan ke Indonesia masih didominasi oleh produk-produk informasi dan teknologi (IT), mesin industri dan spare part kendaraan. “Buah-buahan sudah ada yang masuk, hanya nilainya belum terlalu besar,” ujarnya, di sela penyelenggaraan 'Taiwan Travel Fair 2013'.

Taiwan mendatangkan rombongan penari tradisional, membawakan tarian aborigin dan pertunjukan kesenian rakyat Taiwan. Pengunjung juga dapat menikmati permainan balon ajaib dari Zheng Ze-hong berupa 'manusia dalam balon' serta mencicipi makanan-makanan khas Taiwan.

Director Departement of International Trade Promotion Ministry of Commerce, Royal Thai Goverment, Vilasinee Nonsrichai menyebut, Indonesia sebagai salah satu negara rekanan bisnis Thailand yang terbesar selain Jepang dan AS. Nilai ekonomis bisnis Thailand-Indonesia tahun lalu mencapai Rp 19 miliar.

"Ekspor Thailand ke Indonesia sebesar Rp 11 miliar dan impor Thailand dari Indonesia sebesar Rp 8 miliar,” ujar Vilasinee saat ditemui di acara 'Thai Lifestyle Fair 2013 '.

Kerja sama ekonomi Thailand–Indonesia sempat menurun di tahun 2011-2012, meski sempat membaik  tahun 2010 ke 2011 yang tumbuh hingga 37 persen. Di tahun 2011-2012 pertumbuhan nilai kerja sama hanya  10 persen karena bencana banjir yang melanda Thailand.

Selama ini, jumlah ekspor barang Thailand ke Indonesia masih didominasi di bidang industri manufaktur. Ekspor otomotif dan sapre part otomotif menjadi salah satu komoditi yang volume ekspor ke Indonesia terbesar. Ekspor terbesar Thailand ke Indonesia yang lain seperti gula, plastik, buah dan beras.

“Ekspor garmen dan makanan-minuman Thailand ke Indonesia sebenarnya juga banyak, tetapi kalau dibandingkan dari sisi volume masih jauh lebih besar ekspor industri,” tambahnya.

Untuk ke depan, akan ada investor Thailand yang akan membangun industri petrokimia di Gresik dan pabrik pengolahan kelapa di Pasuruan Industrial Estat Rembang (PIER).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved