KH Mutawakkil Mengaku Tak Ada Persiapan Khusus Nyalon PWNU Jatim
KH Mutawakkil Mengaku Tak Ada Persiapan Khusus Nyalon PWNU Jatim
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Parmin
Menurut KH Mutawakkil, meski sejumlah calon lain melakukan persiapan yang sangat matang, dirinya tidak melakukan persiapan agar terpilih kembali sebagai Ketua PWNU Jatim periode lima tahun mendatang. Apakah melakukan sosialisasi, memasang spanduk, memasang banner.
“Kalau saya melakukan itu (berbagai persiapan), berarti tidak ikhlas. Makanya saya tidak ada persiapan jadi Ketua (PWNU),” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/5/2013).
Prinsip tersebut dia ugemi, kata Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini, karena pemilihan Ketua Ormas seperti NU berbeda dengan pemilihan calon pemimpin kepala daerah maupun organisasi politik. Di NU, lanjutnya, tidak boleh meminta-minta untuk menjadi pemimpin.
“Tapi kalau diberi amanah, maka harus diterima dan tidak boleh lari dari peperangan. Jika itu dilakukan, Allah SWT pasti akan menolong kamu,” terangnya.
Prinsip tersebut harus diugemi, karena dalam berkhidmat ke NU harus diniatkan untuk membesarkan organisasi jam’iyah tersebut dan bukan untuk menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan kebesaran diri.
“NU itu kan milikknya auliya’, kalau melakukan yang tidak-tidak, bisa kualat,” imbuhnya.
Meski demikian, seandainya dalam Konferwil NU Jatim Ponpes Tulangan Sidoarjo besok, para kiai sepuh di Jatim melarang dirinya untuk maju, maka KH Mutawakkil menyatakan akan mematuhinya. “Selama yang minta adalah para kiai sepuh, saya tidak akan menawar,” tandasnya.
Ketua PBNU yang juga Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyatakan mendukung duet incumbent, yakni KH Miftahul Akhyar dan KH Mutawakkil Alallah kembali terpilih sebagai Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim periode 2013-2018.
Alasannya, keduanya dinilai punya waktu yang cukup banyak untuk mengurusi organsisasi dan warga NU, bisa saling mengisi, dan tidak mau berpolitik atau terlibat dengan politik tertentu.
“Dengan punya banyak waktu, keduanya bisa ngopeni lembaga NU Jatim yang sangat besar beserta umatnya. Makanya saya berharap, duet Kiai Miftah dan Kiai Mutawakkil jilid II dapat dilanjutkan,” tegas Gus Ipul.