Pilwali Malang
Dwi Ingatkan Abah Anton Tidak Korupsi
"Kan masih ada waktu tiga hari untuk membuat penolakan," ujarnya.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Adi Agus Santoso
Empat pasangan lain, Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK), Heri Pudji Utami-Sofyan Edi JArwoko (DaDi), Agus Dono-Arif HS (DoA), dan Mujais-Yunar (Ra-Ja) semuanya absen.
Dwi Cahyono menyatakan, kehadirannya hanya memberikan contoh bagaimana berdemokrasi yang cantik. "Penetapan ini merupakan proses pilwali, tentu sebagai kontestan saya wajib hadir. Tapi bukan berarti saya setuju atas hasil ini," tandas Dwi.
Budayawan Malang ini menuturkan, kehadirannya dipenetapan ini bukan berarti dirinya tidak melakukan gugatan. Penggagas Festival Malang Tempo Doeloe ini mengaku, masih mengumpulkan data-data untuk melakukan tindakan gugatan terhadap hasil rekapitulasi KPU Malang yang mengesahkan Anton-Sutiaji sebagai pemenang. "Kan masih ada waktu tiga hari untuk membuat penolakan," ujarnya.
Ditanya apakah bekerjasama dengan Anton-Sutiaji, Dwi memilih bersikap menunggu sepak terjang Anton selama menjabat nanti. "Kalau apa yang dilakukan beliau untuk kebaikan Kota Malang dan tidak korupsi, pasti saya akan bekerjasama. Kalau tidak, saya akan tetap berjalan sendiri membangun Malang seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya,” pungkasnya.