Jatim Terancam Alami Kekeringan Selama Musim Kemarau
Saat ini, angka out flow sudah di bawah angka ideal, 55,60 meter kubik perdetik, padahal belum memasuki puncak musim kemarau.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Titis Jati Permata
Hal ini terlihat dari kondisi bendungan utama di Jatim, Bendungan Sutami di Karangkates, Kabupaten Malang, yang sudah mengalami penurunan tingkat air keluar (out flow).
Data dari Perum Jasa Tirta (PJT) 1 Malang, Sabtu (11/5/2013), mencatat, kondisi ideal out flow Bendungan Sutami saat puncak musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan air di Jatim adalah 56 meter kubik perdetik.
Namun saat ini, angka out flow sudah di bawah angka ideal, 55,60 meter kubik perdetik, padahal belum memasuki puncak musim kemarau.
Direktur Utama PJT 1 Malang, Harianto, menjelaskan idealnya, out flow Bendungan Sutami saat musim kemarau di mulai ada di angka 93,32 meter kubik perdetik.
Angka itu akan terus menyusut perbulannya sampai pada 56 meter kubik perdetik di puncak musim kemarau.
“Jika penurunan out flow terus terjadi, dikhawatirkan Jatim akan kembali mengalami kekeringan seperti 2007 lalu,” kata Harianto.
Harianto menuturkan sekitar 40 persen out flow itu, 20 meter kubik perdetik, dialirkan ke Kali Surabaya untuk menjaga ketahanan air daerah industri Kota Pahlawan.
Selain untuk industri, lanjut Harianto, aliran 20 meter kubik perdetik itu juga digunakan untuk PDAM, irigasi dan perikanan.