Gerombolan Monyet Ngujang Sering Jarah Sayur atau Buah

Namun, kondisi itu biasanya kurang disadari khalayak umum yang mungkin sedang membawa buah atau sayur.

SURYA Online, TULUNGAGUNG - Gerombolan monyet dari kompleks kuburan Ngujang, Kecamatan Ngantru, Tulungagung tidak saban hari keluar dan "mejeng" di jembatan Kali Brantas. Tapi, saat mereka keluar, pengendara motor perlu waspada. Apalagi jika membawa buah atau sayur yang terbuka.

"Sering ada bakul sayur atau buah yang dagangannya direbut monyet-monyet itu," ujar Anwar, warga di sekitar jembatan itu, Jumat (10/9/2013).

Anwar pernah melihat, belasan monyet meloncat ke obrok atau keranjang besar wadah buah yang dibawa pedagang.

"Hampir separo buah jeruk di obrok habis dibawa lari monyet-monyet itu," katanya.

Kini, para pedagang umumnya sudah bisa mengantisipasi serangan monyet jika akan melewati Jembatan Ngujang. "Mereka pilih berhenti dulu sebelum masuk jembatan, menunggu sampai lalu lintas tidak macet supaya ketika masuk jembatan bisa melaju kencang," ujarnya.

Namun, kondisi itu biasanya kurang disadari khalayak umum yang mungkin sedang membawa buah atau sayur.

Pantauan SURYA Online, Jembatan Ngujang selebar dua lajur sehingga hanya cukup untuk dilewati dua kendaraan roda empat dari arah saling berlawanan. Padahal, jembatan itu satu-satunya akses terbaik untuk keluar masuk kawasan kota Tulungagung. Akibatnya, antrian bus dan truk yang akan melintasi jembatan sering terlihat panjang saat pagi dan sore hari.

Jembatan lain yang besar terletak di Kademangan, Blitar, tetapi harus memutar jalan kira-kira 30 Km di timur Tulungagung. Terlalu jauh. Itu sebabnya, di antara dua jembatan tersebut banyak sekali jasa penyeberangan perahu untuk melintasi Sungai Brantas yang bersumber dari Malang dan berhilir di Kali Mas, Surabaya.

Penulis: Yuli
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved