Pembantaian di Pasar Larangan Sidoarjo Direncanakan
Pembantaian di Pasar Larangan Sidoarjo Direncanakan
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Parmin
Orang yang sempat dikenali karena tidak menggunakan penutup wajah adalah MD yang kini masih dalam pencarian anggota Polsek Candi dan Polres Sidoarjo. Disinyalir, tiga teman MD yang ikut membantai penjual makanan ringan pada Rabu (10/4) adalah pelaku bon-bonan.
Kapolsek Candi Kompol Andi Febrianto Ali yang dihubungi menegaskan, untuk pembantaian korban tidak mungkin dilakukan secara spontan. Tetapi diduga ada pertemuan khusus untuk membicarakan bagaimana caranya menghabisi nyawa korban.
“Kan hanya satu orang saja kan yang bernama Mat Dullah (MD) tidak menggunakan penutup wajah,” katanya, Kamis (11/4).
Siapa tiga orang yang mengenakan penutup wajah? Itu yang harus diselidiki karena yang tahu adalah Mat Dullah yang diduga sebagai otaknya. Posisi Mat Dullah pascakejadian tidak ada di rumah. Penyidik yang turun ke lapangan sudah berupaya mencari keberadaannya di beberapa rumah kerabatnya tapi juga tidak ada.
“Pokoknya anggota all out mencari Mat Dullah. Saya yakin pembunuhan ini akan terungkap karena seseorang yang menghilangkan nyawa orang lain akan dihantui perasaannya sendiri,” jelasnya.
Terkait motif pembunuhan, Kompol Andi Febrianto Ali ada dugaan hubungan asmara. Beberapa saksi yang diperiksa mengakui ada pertemuan antara korban dengan istri Mat Dullah. Pemeriksaan terhadap saksi tidak ada yang menyebut jika ada pertemuan khusus antara korban dengan istri Mat Dullah, seperti satu mobil atau menginap di hotel.
“Namanya pasar ya tiap hari ketemu. Bisa ketemu pas makan di warung atau di musola saat shalat,” terangnya.
Seperti diketahui, Mukhbir dibantai saat berada di stan daging oleh empat orang. Ketika peristiwa berlangsung, Fatimah sempat melihat korban ditarik kemudian tubuhnya dicacah dengan celurit dan pedang. Lengan kanan dan kiri serta pundak bagian kiri nyaris putus akibat tebasan pedang. Begitu pula leher korban juga terkena sabetan celurit.