Minggu, 17 Mei 2026

Patung Trowulan Seharga Avanza

Para pematung itu masih ingat bahwa harga patung dengan kualitas terbaik dengan ukuran di kelasnya bisa seharga mobil.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MOJOKERTO - Pasar patung para dewa naneksotis boleh saja lesu. Namun geliat dan semangat pematung di sentra patung di Dusun Jati Sumber, Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tetap membara. Mereka ingin kembali menemukan masa kejayaan dimana komoditas patung Trowulan sangat diminati pasar Eropa dan Asia.

Para pematung itu masih ingat bahwa harga patung dengan kualitas terbaik dengan ukuran di kelasnya bisa seharga mobil.

"Harga patung beragam. Ada yang kualitas istimewa bisa seharga Rp 100 juta lebih. Nambah beberapa patung sudah bisa untuk membeli Avanza," kata Ribut Sumiyono, seorang pematung di Desa Wates Umpak, beberap waktu lalu.

Perajin patung di Trowulan ini bahkan tergolong sukses. Dengan hasil mematung sejak kecil, kini Ribut telah memiliki lahan luas khusus untuk membesarkan usaha patungnya.

"Masa kecil saya, memahat batu andesit jadi patung tak bisa dijadikan sebagai pekerjaan. Namun setelah 1985, patung menjadi komoditas," tambah Ribut.

Tidak hanya rumah peribadatan yang memerlukan patung untuk pemujaan. Namun berkembang menjadi hiasan rumah dan gedung sampai hotel. Mulai Asia sampai Eropa, komoditas patung Trowulan sangat diminati. Selain dikenal detail dan halus pengerjaannya, kualitas patung Trowulan sudah terakui.

Para pematung kini sangat merindukan kembali kejayaan mereka. Di era mulai 1990-an hingga sebelum insiden Bom Bali pada 2002, seluruh kampung patung begitu hidup. Suara batu dipahat saling bersahut. Setiap hari, truk kontainer lalu lalang keluar masuk kampung patung ini. Kendaraan ini mengangkut patung untuk dibawa ke luar kota hingga ekspor.

Meski tak seramai dulu, namun ada saja pemesan. Entah satu atau dua setiap bulan ada saja yang laku. Harga patung terendah ukuran kecil Rp 250.000. Ada yang unik, pasar internasional lebih suka patung yang sudah berlumut.

"Namun agar pematung tetap eksis kini mereka mengembangkan kreativitas membuat relief taman. Bisa relief hewan, tanaman, dan patung yang tepat untuk taman. Terutama hotel dan rumah berkelas," jelas Ribut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved