12 Tahun untuk Pelaku Kerusuhan Sampang

Sebab Jaksa tak mencermati fakta persidangan.

SURYA Online, SURABAYA - Satu persatu terdakwa kerusuhan agama jilid II di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben Sampang, divonis bersalah.

Setelah Saniwan yang dihukum delapan bulan penjara, Salikin alias Saripin delapan bulan penjara dan Mat Syafi'ie, 18 bulan kurungan, kini giliran Hadiri alias Pak Husen akan menyusul rekan lain dengan tuntutan 12 tahun.

Dalam sidang di PN Surabaya, Jaksa Zainal Arifin menyatakan, Hadiri terbukti membacok Hamamah di bagian perut hingga menyebabkan korban tewas pada rusuh yang terjadi 26 Agustus 2012.

"Menyatakan terdakwa Hadiri alias Pak Husen terbukti melanggar Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.Menuntut terdakwa dengan penjara selama 12 tahun kurungan," jelasnya saat membacakan tuntutan, Selasa (2/4/2013).

Zainal menjelaskan, Hadiri dianggap bertanggung jawab terhadap tewasnya Hamamah, sebab akibat sabetan celurit yang dipegang terdakwa, perut korban semburat hingga tidak bisa tertolong lagi.

Hal yang memberatkan, terdakwa terlalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. Dan yang meringankan Hadiri bersikap baik dan sopan selama menjalani sidang di pengadilan.

Sementara itu, Hidayat, Penasihat Hukum Hadiri mengaku kecewa terhadap tuntutan yang dibacakan Jaksa. Sebab Jaksa tak mencermati fakta persidangan.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved