Selasa, 9 Juni 2026

Jus Cacing Rusmiati untuk Obat Tifus

Jus Cacing Rusmiati untuk Obat Tifus

Tayang:
Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin

SURYA Online, PONOROGO - Hampir setiap hari bahkan setiap jam, rumah pasangan suami istri, Budijono (61) dan Rusmiati (54) warga Jl Lesanpuro, Dusun Niten, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, selalu didatangi orang.

Kedatangan para tamu dari berbagai daerah itu, karena ingin mencari jamu jus cacing untuk menyembuhkan berbagai penyakit, terutama tifus.

Para pelanggan mengenal jus cacing itu sejak puluhan tahun karena mampu menyembuhkan penyakit tifus (demam tinggi) terutama untuk anak-anak. Apalagi, jus cacing racikan Rusmiati dan suaminya itu berbahan utama binatang melata yang hidup dalam tanah yakni cacing tanpa dicampur ramuan lainnya.

Pasangan keluarga sederhana ini dikenal banyak kalangan karena kepiawiannya meracik cacing sebagai obat penyakit.
Namu Rusmiati yang bekerja sebagai Guru SDN 3 Sumoroto ini sudah tidak asing di telinga warga Ponorogo. Rusmiati yang setiap pagi hingga siang hari Mengajar di SDN 3 Sumoroto ini mengaku kalau meracik jamu berbahan baku cacing dimulai sejak 15 tahun silam. Namun mulai terkenal sejak 10 tahun terkahir.

Menurut ibu tiga anak ini kepiawian meracik jamu dengan bahan baku cacing itu pertama kali dikenalkan kakak kandungnya, Doktor Sudarmo (alm). Saat itu, masih sebagai dosen IPB Bandung. Kalah itu salah satu anak Rusmiati sedang sakit tifus parah dan oleh dokter divonis tinggal menunggu keajaiban Tuhan.

Saat itulah kakak yang juga dosen IPB itu menyuruhnya mencoba membuat jamu dari bahan cacing yang merupakan hasil penelitiannya saat melakukan pengeboran di dalam tanah dan menemukan salah satu hewan cacing itu.

Dalam penlitianya cacing tersebut memiliki kandungan menyembuhkan panas dan demam tinggi (tifus). Dari situlah anaknya yang sudah divonis tifus parah itu, bisa pulih dan sembuh kembali setelah minum ramuan cacing yang dikirim kakaknya itu.

"Ketika anak saya uji cobanya berhasil dan sehat sampai sekarang, saya meyakini jus cacing bisa menyembuhkan tipes (tifus) dan penyakit lainnya, maka saya memproduksinya bersama suami saya," terangnya kepada Surya, Jumat (22/3/2013).

Hingga kini, jamu racikan Guru SDN 3 Sumoroto ini sudah terkenal di wilayah Ponorogo dan wilayah Eks Karisedenan Madiun, termasuk hingga Wonogiri, Jakarta, Surabaya, dan malang serta hingga ke Luar Negeri karena dibawa para TKI/TKW yang hendak berangkat ke luar negeri.

"Dulu hanya di lingkungan rumah, sekarang setiap hari selalu ada orang mencarinya. Paling tidak sehari saya bisa menghabiskan sedikit 20 porsi," imbuhnya.

Sedangkan mengenai kegunaan jus cacing itu, ibu yang akrab dipanggil Rus ini mengaku jika ramuan cacing yang dibikinnya tidak hanya untuk penyembuhan penyakit tifus, tetapi semua penyakit.


Diantaranya, darah tinggi, maag, dan luka habis operasi. Akan tetapi, orang sehat pun disarankan meminumnya karena tanpa ada efek samping dan dibuat murni dari herbal hewan melata cacing. Akan tetapi, bahan baku cacing tidak berasal dari Ponorogo melainkan didatangkan dari Bogor. Karena jenis cacing tersebut yang ada hanya di Bogor.

"Memang yang cocok tipes, tetapi penyakit lainnya juga bisa semua. Minumnya sama 3 kali sehari seperti obat biasa. Satu porsi jus cacing bisa membunuh 30 persen virus pemicu tipes. Sayangnya bahan baku tidak sembarang cacing. Dan cacing kiriman dari Bogor tak bisa di budidaya atau dipelihara sendiri," urainya.

Budijanti suami Rusmiati menjelaskan keawetan jus cacing racikannya tersebut tidak mampu bertahan lama. Oleh karenanya, penyimpanannya harus dimasukan ke dalam lema es. Setiap pengiriman keluar Ponorogo yang membutuhkan waktu lebih dari 2 jam perjalanan selalu disimpan dalam termos atau dimasukkan ke dalam es batu.

"Karena umur jus cacing ini hanya bisa tahan dua jam, tapi kalau menggunakan termos atau es batu bisa diminum besuk atau besuk lusa. Yang penting tetap terawat dan disimpan dalam suhu yang dingin," imbuhnya.

Sedangkan mengenai harga, pasangan suami istri itu tidak mematok harga yang tinggi. Ramuan cacing itu hanya dijual Rp 15 per paket (porsi] sekali minum. Karena harganya murah dan sudah terbukti kasiatnya itu, kini seringkali jus cacing itu dibawa keluar negeri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved