Kawasan Pertambangan di Jember Tabrak UU RTRW Nasional

Kawasan Pertambangan di Jember Tabrak UU RTRW Nasional

Kawasan Pertambangan di Jember Tabrak UU RTRW Nasional
surya/sri wahyunik
Salah satu sudut pertambangan emas rakyat di hutan lindung di Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Senin (18/3/2013).

Di samping itu juga bertentangan dengan Peraturan Pemerintah tentang RTRW Nasional untuk kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2008.

Demikian diungkapkan tim ahli independen dari Universitas Jember Abdul Qodim Manembojo usai mengikuti rapat panitia khusus Raperda RTRW itu di DPRD Jember, Senin (18/2/2013).

Menurut Qodim, dalam RTRW Nasional disebutkan kalau Kabupaten Jember dibagi untuk wilayah perkebunan, industri, perikanan laut, pertanian dan pariwisata.

"Industrinya juga hanya industri pengolahan, bukan industri padat karya atau pertambangan," ujarmnya.

Ia mengakui kalau Jember mempunyai zona pertambangan. Pemetaan itu dilakukan tahun 1980-an. Tetapi, kawasan tambang itu ternyata berada di kawasan konservasi dan hutan lindung di sekitar Kecamatan Silo, Tempurejo dan Mumbulsari.

"Kalau luasan sekitar 400 hektare. Tetapi
itu kawasan konservasi yang menjadi daerah resapan air dan tadah air. Kalau itu mau ditambang, petani di kawasan itu mau mendapat air dari mana," tegasnya.

Apalagi, sumbangan terbesar di Kabupaten Jember masih dari sektor pertanian. Ia juga menegaskan kalau pertambangan tidak memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat.

"Hanya pemerintah dengan pemerintah, atau pemerintah dengan pemodal. Rakyat tidak mendapatkan manfaat kesejahteraan langsung, karena perjanjiannya berada di ruang atau kantor bupati. Kalau pertanian, petani kan bisa merasakan dampak langsung dari hasil pertaniannya," imbuhnya.

Dalam rapat Pansus kali ini, tim Pansus DPRD Jember mendengarkan paparan dari tim ahli DPRD, Pemkab Jember dan independen dari Unej.

Paparan itu sebagai masukan bagi tim untuk mendapatkan Perda terbaik.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved