Sabtu, 11 April 2026

Mulai Tahun Ini Terminal Teluk Lamong Rekrut 400 Karyawan

Mulai Tahun Ini Terminal Teluk Lamong Rekrut 400 Karyawan

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Proses pembangunan Terminal Multipurpose Teluk Lamong (TMTL) sedang berjalan. Namun, pihak PT Pelindo III sebagai operator telah mempersiapkan berbagai hal terkait operasional TMTL yang ditarget pada April 2014.

"Setelah pengadaan alat angkut dan alat angkat, kami juga sudah siapkan perekrutan sumber daya manusia (SDM). Tapi tidak hanya TMTL saja, melainkan secara korporasi," jelas Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelindo III  di sela peninjauan pembangunan proyel TMTL, Selasa (5/3/2013).

Lebih lanjut, Edi menambahkan, bila tahap awal penggunaan, TMTL dipastikan baru akan mampu menerima kapasitas sekitar 800.000 Teus untuk petikemas domestik dan 600.000 Teus untuk internasional. Secara bertahap, kapasitas tersebut akan bertambah, termasuk untuk curah kering yang disiapkan di TMTL.

Bersamaan dengan rekrutmen SDM yang berjumlah sekitar 400 personel itu, mereka juga mempersiapkan struktur organisasi TMTL.

Rencananya TMTL dijalankan oleh anak perusahaan PT Pelindo III dengan manajemen tersendiri dan khusus. Untuk nama PT-nya, menurut Edi, pihaknya mengusulkan nama PT Terminal Multipurpose Teluk Lamong. Saat ini sedang proses di komisaris.

Sementara itu, khusus untuk operator di lapangan pada TMTL, akan dipilih personel-personel yang ahli dan harus mengikuti pelatihan khusus sebagai operator mesin. Karena mesin-mesin dari alat angkut dan angkat di TMTL adalah alat yang lebih modern dengan meminimalisasi jumlah personil lapangan sekaligus efisiensi operasional tanpa menggunakan BBM.

Salah satunya adalah alat Automatic Stacking Crane, yang diimpor dari Finlandia. Direktur Konecranes Finland Corporation, Tuomas Saastamoinen, sebagai penyedia alat ini,  mengatakan, Automatic Stacking Crane memiliki produktivitas 2 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan alat konvensional Rubber Tyred Gantry (RTG).

Pihaknya juga menjamin bahwa biaya produksi untuk alat tersebut lebih murah karena dioperasikan dengan tenaga listrik.

“Tanpa konsumsi bahan bakar minyak, biaya produksi alat ini tentu saja lebih murah,” kata Tuomas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved