Pameran Arsitektur Mahasiswa UB Dikira Pameran Pengembang
Salah satu pengunjung pameran, Harsono (50) memuji karya-karya mahasiswa Teknik Arsitektur UB ini.
Rizki Kurniansyah, ketua panitia pameran arsitektur bertajuk jendela aristektur ini mengatakan, ini adalah kali ketiga pameran ini digelar oleh jurusan Teknik Arsitektur UB. Untuk tahun ini, total ada 16 karya maket dan sekitar 50 karya poster yang dipamerkan.
Menurutnya, latar belakang digelarnya pameran ini untuk mengenalkan jurusan Teknik Arsitektur kepada siswa-siswi SMA yang tengah galau memikirkan jurusan apa yang akan mereka pilih ketika meneruskan studi ke perguruan tinggi.
"Kita juga ingin tunjukkan bahwa Teknik Arsitektur UB tidak kalah dengan ITS, ITB atau UGM. Apalagi, ini merupakan pameran Jurusan Arsitektur satu-satunya se-Indonesia," jelas Risky.
Mahasiswa semester delapan ini mengaku bangga dengan besarnya animo pengunjung. Namun, dia mengakui, tidak mudah untuk menggelar pameran di mal. Masalah dana menjadi kendala utama. Salah satunya biaya untuk menyewa ruangan lokasi pameran. "Dekorasi juga butuh dana besar. Solusinya yah kita menggandeng sponsor," jelas pemuda 23 tahun ini.
Tiara Ertina (21), salah satu panitia mengaku selain memberikan informasi pameran ini via mouth to mouth, pihaknya juga memanfaatkan jejaring sosial. "Kita juga posting lewat twitter, dan facebook," ujarnya.
Salah satu pengunjung pameran, Harsono (50) memuji karya-karya mahasiswa Teknik Arsitektur UB ini.
"Asumsi saya ini pamerannya pengembang, karena levelnya sudah bagus, konsep-konsepnya sudah bagus," ujar warga Surabaya yang kebetulan berkunjung ke Surabaya.