Bertato dan Punya Bekas Luka, Dicoret Dari Paskibraka
Tak hanya itu, tangan dan kaki peserta dipantelengi satu per satu untuk memastikan tidak ada tato dan bekas luka yang menonjol.
Penulis: Musahadah | Editor: Titis Jati Permata
619 peserta dari 80 SMA, SMK dan MA ini dipantengi posturnya satu per satu oleh tim seleksi dari Dinas Pendidikan Surabaya, Garnisun Tetap III Surabaya, Purna Paskibraka Indonesia, Dinas Kesehatan Surabaya, Polrestabes dan Kesbanglinmas Surabaya.
Tak hanya tinggi badannya yang diukur, mereka juga dilihat posturnya secara utuh, apakah bungkuk atau kakinya bengkok (leter x atau o).
Untuk ini peserta diharuskan memasukkan pakaiannya penuh. Beberapa peserta yang pakaiannya agak kendor langsung ditegur petugas agar mengencangkan.
"Ayo dimasukkan yang rapi. Kalau kendor nanti kesannya badan lebih panjang dari kaki,"kata petugas garnisun.
Tak hanya itu, tangan dan kaki peserta dipantelengi satu per satu untuk memastikan tidak ada tato dan bekas luka yang menonjol.
"Kalau ada tato sudah pasti dicoret. Kalau bekas lukanya banyak juga tidak baik khususnya perempuan karena ada bagian kakinya yang kelihatan,"terang Raindra Amiluhur, Ketua Purna Paskibraka Indonesia yang menjadi panitia seleksi.
Ketatnya seleksi juga akan terjadi di tahap kedua besok (26/2/2013).
Tak hanya dipompa fisiknya, mereka juga akan dilihat kesehatan dan kepribadiannya melalui interview.