Banjir Tuban
Bantuan Korban Banjir Kurang
Kami belum tahu hasilnya namun masih kami selidiki
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Wahjoe Harjanto
Sekretaris Badan Pengangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Syaifudin mengatakan, data ini bisa terus bertambah. Kini pihaknya masih menunggu laporan dari kecamatan sekitar untuk memastikan berapa kerugian akibat luapan Bengawan Solo saat ini.
Ia menjelaskan, pengiriman sembako yang terdiri dari lima kilo beras, satu kilo gula, satu buah slimut dan satu dus mie instan sampai kini masih lancar. Meski demikian pihaknya menemukan persoalan karena jumlah sembako yang disediakan dan jumlah warga yang terkena imbas luapan air Bengawan Solo ini berbeda.
"Jumlah yang kami sediakan itu 1.152 paket, sedangkan data yang kami miliki adalah 2.200. Kurangnya cukup banyak," ujar Syaifudin.
Syaifudin mengatakan, BPBD Tuban tengah berkoordinasi dengan BPBD Jatim untuk meminta bantuan logistik tambahan untuk mengatasi kekurangan ini. "Kami belum tahu hasilnya namun masih kami selidiki," terang Syaifudin.
Meski demikian, dari pantauan Surya, luapan Bengawan Solo ini menggenangi setidaknya 250 hektar dan puluhan rumah di desa Kanorejo. Wilayah ini paling parah terkena luapan banjir dibanding wilayah lainnya. Jika ditaksir kerugian di wilayah ini mencapai Rp 500 juta.