Breaking News:

Industri dan Klinik Banyak Tak Dilengkapi Pengolah Limbah

Banyak industri kecil dan klinik kesehatan di Mojokerto tak dilengkapi sarana pengolah limbah.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MOJOKERTO - Banyak industri kecil dan klinik kesehatan di Mojokerto tak dilengkapi sarana pengolah limbah. Dari seratusan sektor ini, baru beberapa yang sadar akan kesehatan lingkungan dengan salah satunya membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolahan dan Pemantauan Lingkungan (SPPL). Sebagian besar yang lain belum memenuhinya.

Setidaknya ini terekam dalam laporan pengelolaan limbah Industri kecil dan klinik di Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mojokerto. Selain belum banyak yang sadar diri membuat SPPL, mereka juga tak jelas dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL). Secara berkala tiga dan enam bulan, KLH mengecek kondisi ini.

"Utamanya home industri makanan, klinik, dan hotel harus membuat SPPL. Setidaknya sudah ada kesanggupan mereka mengolah limbah. Tidak langsung dibuang di sungai. Kalau hasil cek lapangan ditemukan, mereka kita sanksi," ungkap Kepala KLH Kota Mojokerto Anang Fachrurozi, Sabtu (16/2/2013).

Sanksi bisa berupa ancaman pidana hingga 7 tahun jika mereka sengaja tak memenuhi standar pengelolaan limbah mereka. KLH saat ini terus mendesak kepada industri dan klinik kesehatan menyertakan SPPL dan UPL. "Kalai industri besar relatif sudah dilengkapi pengolahan limbah memadai," tambah Anang.

Di Kota Mojokerto hanya ada enam industri yang tergolong besar. Di antaranya CV Bumi Indo, PT Dragon, PR Bokor Mas, dan Barsindo. Pengolahan limbah itu sesuai amanat UU 32/2012 tentang pengelolaan lingkungan. Sejumlah komponen pengolahan limbah itu menyangkut uji emisi udara, pengukuran volume sampah dan wajib membangun IPAL.

Sementara itu, yang masih marak adalah keberadaan belasan klinik kesehatan di Kota Mojokerto. Mereka banyak yang asal mendirikan jasa dan layanan kesehatan tersebut tanpa memperhatikan lingkungan. Terutama limbah cair dan sisa alat medis. Ini sangat berbahaya.


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved