Rabu, 8 April 2026

Tertimpa Bangunan Sekolah, Siswa SD Masuk UGD

Salah seorang siswa kelas IV SDN Gunungsari 3, Kabupaten Ngawi, Sofyan (9) terpaksa menjalani rawat inap ke RSUD dr Soeroto

Penulis: Sudarmawan | Editor: Heru Pramono
zoom-inlihat foto Tertimpa Bangunan Sekolah, Siswa SD Masuk UGD
surya/sudarmawan
DIRAWAT - sofyan (9) siswa kelas IV SDN Gunungsari 3, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi masih menjalani perawatan di ruang Flamboyan, RSUD dr Soeroto, Kabupaten NgawiSabtu (9/2/2013).
SURYA Online, MADIUN - Salah seorang siswa kelas IV SDN Gunungsari 3, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Sofyan (9) terpaksa dirujuk dan menjalani rawat inap ke RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/2/2013).

Bocah malang anak pertama pasangan suami istri, Sukedi (50) dan Kasmi (46) warga Desa Legokulon, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi ini mengalami luka di bagian kepala dan kakinya. Hal ini disebabkan korban tertimpa bangunan tempat wudlu di sekolahnya.

Dugaan sementara, bangunan lokasi tempat wudlu di sekolahnya ini selain kualitas bangunanya buruk juga disebabkan bangunan sudah tua.

Saat masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi, korban mendapatkan sebanyak 35 jahitan di bagian pelipis mata kanan. Selain itu, kakinya yang memar tertimpa tembok bangunan tempat wudlu di sekolahnya itu juga diperban agar tidak infeksi.

Saat di ruang perawatan Flamboyan, RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi, Sofyan menceritakan awalnya dia bersama 3 rekan sekelasnya, yakni Danang, Arif, dan Puji bermain petak umpet di halaman sekolah saat jam istirahat.

Saat itu, korban bersembunyi dibalik tembok bangunan tempat wudlu setinggi 3 meter. Meski dirinya hanya memegangi tembok itu tanpa mendorongnya, tiba-tiba tembok bangunan tersebut roboh dan menimpa dirinya.

"Saya sama sekali tidak mendorong tembok itu. Saya hanya mengendap-endap dan tangan menempel di tembok, mala bangunan ambruk mengenai kepala dan kaki saya," terangnya kepada Surya, Sabtu (9/2/2013).

Sementara, Kepala SDN Gunungsari 3, Pitono menegaskan mendapatkan laporan korban tertimpa bangunan tembok tempat wudlu pihak sekolah melalui kalangan guru merujuk korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kasreman. Namun, karena lukanya tergolong berat, pihak puskesmas merujuknya ke RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi.

"Bangunan roboh, bisa jadi disebabkan kualitas bangunannya yang buruk. Tetapi, kami sudah 2 tahun ini tidak memanfaatkan bangunan itu," paparnya.

Selain itu, Pitono meminta agar siswanya berhati-hati dan tetap waspada dengan kondisi bangunan sekolah lainnya. Hal ini karena kondisi bangunan ruang kelas dan sejumlah bangunan lainnya juga dalam kondisi rusak berat dan sedang.

"Kami meminta siswa berhati-hati setelah kasus ini kami tak mau terulang lagi. Kami pun meminta Dinas Pendidikan untuk segera menurunkan anggaran bantuan untuk pembangunan sejumlah ruang kelas yang rusak agar tidak ada korban lagi," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved