Cantik dan Halal Dengan Tato Henna
Henna sebenarnya adalah sebutan untuk bahan tatto ini. Yaitu terbuat dari bahan daun tanaman pacar.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Satwika Rumeksa
"Banyak dipilih karena tidak sakit, tanpa harus merajah kulit. Juga tidak harus bertahan lama. Maksimal dua minggu dan dari bahan yang aman serta halal," kata Kiki Hasanah, Henna Artist ketika ditemui di Royal Plaza, Rabu (30/1/2013).
Lebih lanjut, Kiki menjelaskan bila tatto Henna ini merupakan pilihan lain bagi perempuan yang ingin tubuhnya ditatto. Motif, warna, dan model juga bermacam-macam.
Saat ditemui, Kiki sedang asyik menggambar di pundak belakang dan dada pengunjung stan-nya. Dwi dan Devi, kedua pengunjungnya itu mengaku sedang mempersiapkan untuk tampil dalam acara gathering komunitas India di Surabaya.
"Dalam pertemuan besok, kami akan mengenakan dress code kain sari. Rambut kami pendek, sehingga ingin tampil beda, dengan pakai tato henna ini," alasan Devi ketika ditanya tujuan dari menghias tubuhnya itu.
Henna sebenarnya adalah sebutan untuk bahan tatto ini. Yaitu terbuat dari bahan daun tanaman pacar. Yang ditumbuh halus, kemudian diambil sarinya. Henna sendiri, warna aslinya sedikit hitam kehijau-hijauan. Tapi dengan tambahan pewarna dari serat kayu, dan daun pandan, warnanya bisa cokelat, merah, dan hijau. Tergantung dari komposisi pecampur.
Sedangkan proses pelukisan ditubuh, lanjut Kiki biasa disebut mahendi. Tradisi tatto henna ini biasa dilakukan di warga Arab, India dan sekitarnya. "Biasanya sebagai petanda wanita yang akan menjalankan prosesi pernikahan," kata Kiki.
Dalam tradisi budaya Minang dan. Padang, ada pula yang mengikutkan tradisi mahendi ini.
Saat dilukiskan dalam tubuh dengan berbagai bentuk motif dan gambar, terlihat bila guratan henna ini timbul. Sesaat setelah selesai dilukis, bisa dikeringkan dengan dikipasn dibawah kipas angin, atau hair dryer. Selanjutnya dibiarkan rontok sendiri, tapi sisa warna masih bisa menempel pada tubuh hingga minimal 2 minggu.