Warga Tanam Pisang dan Bakar Ban di Jalur Ngawi
Dewan serta Semua Pejabat Mobilnya Mewah tetapi Jalan Kami tak diperhatikan.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa
Selain itu, massa juga membakar ban bekas dan membentangkan sejumlah poster bertuliskan kecaman. Di antaranya, Ngawi Ramah Dalane Lemah, DPRD Tidak Memihak Kami, Pemerintah Daerah Tutup Mata, Jalanku Ladangku, serta Bupati dan Dewan serta Semua Pejabat Mobilnya Mewah tetapi Jalan Kami tak diperhatikan.
Koodinator aksi, Tri Joko mengatakan warga terpaksa menanam pohon pisang dan membakar ban karena jalan yang sudah rusak selama bertahun-tahun yang menghubungan seluruh desa di Kecamatan Pitu menuju Kota Ngawi tak kunjung diperhatikan dan diperbaiki. Apalagi, saat kondisi hujan jalan yang berlubang seperti kubangan kerbau tak kelihatan memicu kecelakaan bagi pengguna jalan.
"Kalau tak kunjung diperbaiki maka setiap hari warga akan terus menanam pisang dari Kecamatan Pitu menuju Kecamatan Ngawi di sepanjang jalur rusak berat ini," terangnya kepada Surya, Minggu (27/1/2013).
Kepala Desa Pitu, Suntoro menjelaskan jalan yang ada di Kecamatan Pitu secara keseluruhan dalam kondisi rusak berat dan sedang. Alasannya, karena selama ini sudah lama tidak mendapatkan perbaikan. Sedangkan sejumlah urukan, hanya inisiatif warga sendiri.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Ngawi, Bambang H Ces yang dihubungi Surya melalui ponselnya belum memberikan jawaban apakah jalan rusak berat itu akan diperbaiki tahun ini, atau masih menunggu perbaikan jalan di tahun berikutnya.