Copa Futsal Jatim
Kalianak Lumat Tim SAR Lewat Adu Penalti
Kalianak FC nyaris kalah saat menghadapi tim promosi Divisi II LFA Jatim IV, Tim SAR, dalam babak 16 besar Copa Futsal Jatim
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Heru Pramono
Babak pertama laga ini berakhir kacamata. Baik Kalianak maupun Tim SAR tak mampu mencetak gol, meski keduanya memiliki sejumlah peluang emas.
Memasuki babak kedua, Kalianak dan Tim SAR bermain lebih agresif dan keras. Di menit ke-36, Tim SAR mampu mencuri gol lewat Dedy. Tertinggal satu gol membuat Kalianak bermain dengan tempo cepat. Alhasil, di menit ke-39, Kalianak berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti di titik kedua oleh Egi Wahyu Ramadhan. Hingga babak kedua berakhir, skor 1-1 tetap bertahan.
Laga ini pun harus diselesaikan lewat drama adu penalti. Selama adu penalti, Kalianak mampu mencetak tiga gol, sedangkan Tim SAR hanya mencetak dua gol. Skor berakhir 4-3 untuk kemenangan Kalianak.
Pelatih Tim SAR, Aris Mardiyanto, mengakui, kekalahan ini adalah buah dari fisik pemain yang menurun di akhir babak kedua.
"Karena fisik pemain menurun, konsentrasi kami pun kacau. Dari sinilah, kami sering teledor membuat pelanggaran hingga enam kali, dan memaksa kami harus menerima penalti dari titik kedua," katanya.
Fisik yang lemah ini, ungkap Aris, karena persiapan yang mepet, serta Tim SAR tak memiliki waktu untuk melakukan uji coba. "Kami hanya memilki waktu persiapan selama seminggu. Namun, meski kalah, kami puas dan yakin bisa melewati Divisi II musim ini dengan baik," katanya.
Pemilik Kalianak, Samsul Hadi, mengakui, di awal-awal permainan di babak pertama, Kalianak memang terlihat loyo. Hal ini dikarenakan pemain Kalianak baru pertama kalinya bertarung di kompetisi resmi paska libur panjang LFA Jatim III.
"Jujur ini sangat berat, karena anak-anak baru pertama kalinya turun di kompetisi resmi setelah libur panjang, serta kami langsung bye. Sedangkan Tim SAR sudah melakoni laga di babak awal Copa Futsal Jatim," katanya.
Dijelaskan Samsul, pemainnya sulit menjalankan strategi yang diperintahkan sang pelatih. Antara pemain belum ada kepaduan, hal inilah yang membuat Kalianak bermain dengan alot dan loyo. "Namun, akhirnya anak-anak menemukan sentuhannya hingga kami bisa menyamakan kedudukan. Selain itu, saya akui, kemenangan ini adalah buah dari keberuntungan," imbuh Samsul.