'Richcrakers' Ingin Keliling Dunia
"Setiap tiket dapat CD, jadi cukup murah," ujar Agek.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Band yang terbentuk sejak 2009 itu beraliran Ska atau bergenre pop rock. Tidak heran, penontonnya umumnya anak-anak punk yang mayoritas berpakaian hitam dan bergaya nyentrik.
Agik Gebyar, panitia konser mengatakan, penyuka musik bergenre Ska di Kota Malang cukup banyak. Terbukti ludesnya tiket yang disediakan panitia. "Sore ini langsung habis, padahal kami sediakan 1000 tiket," kata Agek.
Dengan tiket seharga Rp 20.000, penonton bisa menikmati konser Richcrakers dan band-band Indie pendukung lainnya. "Setiap tiket dapat CD, jadi cukup murah," ujar Agek.
Album perdana mereka terdiri dari tujuh lagu, di antaranya "With My Friend", "Vespa Cinta", "Coffee Time", "Untuk Cinta" dan "Bonus Track". "Mayoritas yang menciptakan lagu adalah Apip, gitaris," ujar Deo Aprilofaas atau Oed, pemetik bas.
Setelah konser perdana ini, mereka berambisi untuk keliling Eropa, Asia, dan Amerika untuk mengenalkan musik Ska yang nyaris tenggelam. "Kami ingin keliling dunia, untuk mengenalkan musik kami," tambah Oed, mahasiswa UMM jurusan Ilmu Komunikasi.