Senin, 25 Mei 2026

Rupa-rupa Olahan Kedondong

bahwa buah lokal juga tidak kalah hebat rasanya dibanding buah impor

Tayang:
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, SURABAYA - Buah-buahan produk lokal mulai tersisihkan oleh buah impor. Tak terkecuali buah kedondong, yang sering dijumpai di pasar tradisional atau supermarket di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Buah yang berdaging keras ini, dipilih Sous Chef Suherman sebagai bahan utama menu kuliner nusantara di Java Paragon Hotel and Residences. “Masakan berbahan mangga itu sudah biasa. Ini inovasi saja, dengan memakai kedondong dan memasukkannya dalam beberapa menu supaya ada rasa dan tekstur beda dalam masakan,” ujar Suherman, Kamis (10/1/2013).

Selain itu, selama ini orang lebih sering menggunakan kedondong sebagai bahan rujak atau setup buah. Tema Kedondong Food Festival, yang dapat dinikmati di The Café Restaurant, baik untuk menu makan siang atau makan malam. Di sini, bisa dijumpai menu seperti Tropical Kedondong Salad, sup buntut daun kedondong, sup iga kedondong, bebek goreng sambal kedondong, dan setup kedondong.

Supaya masakan terasa mantap, kedondong yang dipakai biasanya berukuran besar agar daging buah yang diperoleh banyak. Ketika buah berbiji keras dan seperti duri ini dicampur dalam kuah atau salad, rasa asam akan semakin kuat.

Seperti pada menu tropical kedondong salad. Selain buah kedondong, pada salad tersebut terdapat pula irisan kubis, wortel, dan taoge mentah serta sawi asin. Kemudian diguyur dengan bumbu bawang putih dan cabe merah yang sudah direbus terlebih dahulu serta diblender. “Ditambahkan gula pasir, garam, cuka, dan ebi supaya rasanya semakin mantap,” jelas Suherman.

Daun buah kedondong juga bisa dimanfaatkan sebagai sayur, dalam kuah sup buntut atau iga kedondong. Daun ini terasa lembut dan tidak keras ketika dimasak seperti kangkung atau daun belinjo. “Kuah jadi tambah segar dan asam, sebab rasa asli daun kedondong mentah itu asam,” ucap Suherman.

Ini semua karena dia pernah melihat orang Jakarta menyantap daun kedondong sebagai lalapan ketika bekerja di Ibu kota. “Kami ingin mengingatkan, bahwa buah lokal juga tidak kalah hebat rasanya dibanding buah impor,” kata Santi Manurung, Public Relations Manager Java Paragon Hotel and Residences.

Maka, menu ini tidak tergantung musim dan setiap saat tersedia di The Café Restaurant. Di samping itu, diperkenalkan pula ragam minuman Frappe. Frappe adalah minuman kopi dingin berbusa yang sangat popular di Yunani hingga disebut minuman nasional negara para dewa itu. Aneka minuman kopi bertajuk Frappe Festive ini bisa dinikmati dimulai dari harga Rp 45.800 ++ per porsi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved