Meski Klasik, Braun Buffel Tetap Diminati
Sepertinya produk bahan kulit itu bisa abadi, bila dirawat bisa diwariskan ke anak cucu.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Adi Agus Santoso
Meski bahan kulit untuk tas dan dompet, apakah itu untuk wanita atau pria, di Indonesia sudah banyak, brand internasional masih menjadi lirikan. Diantaranya brand Furla asal Italia dan Braun Buffel asal Jerman.
"Sebenarnya produk lokal tidak kalah kualitasnya. Tapi memang brand internasional masih diburu bagi konsumen Indonesia," kata Meryana Ponadi, Marketing Manager PT Sumber Rizki Jaya, distributor produk Braun Buffel untuk wilayah Indonesia, disela opening gerai ketujuh Braun Buffel di Ciputra World Surabaya (CWS), Kamis (3/1/2013).
Lebih lanjut, Meryana menyebutkan, selama ini banyak warga Indonesia yang keluar negeri untuk belanja produk brand internasional ini. Mereka memburu brand, dengan bahan kulit sapi ini. Dengan ciri khas-nya yang simple dan klasik, produk berbahan kulit sapi ini digemari oleh orang-orang di usia 35 tahun ke atas. "Karena memang harganya yang lebih tinggi, dengan kualitas yang tentunya sudah di atas rata-rata," jelas Meryana.
Pengunjung gerai Braun Buffel sendiri, mengaku bila produk kulit memiliki daya keawetan yang lebih. "Sepertinya produk bahan kulit itu bisa abadi, bila dirawat bisa diwariskan ke anak cucu. Modelnya juga klasik, apakah itu trend lama atau trend baru, selalu klasik dan diterima sepanjang masa," komentar Rindra Kurniawan, yang mengaku sudah 10 tahun mengoleksi produk tas dan dompet dari bahan kulit.