Breaking News:

Marak Perdagangan Satwa Langka Via Online

Pedagang juga mempromosikannya lewat jejaring sosial, seperti Facebook,”

SURYA Online, MALANG – Perdagangan satwa langka melalui situs jual beli di internet, semakin marak sepanjang tahun 2012. Berdasarkan catatan lembaga Konservasi Satwa dan Hutan, ProFauna Indonesia, setidaknya ada 303 ekor satwa langka yang terdiri dari 27 spesies, yang dijadikan obyek perdagangan.

Chairman ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, menyebutkan beberapa satwa langka yang diperdagangkan melalui online itu, diantaranya Kancil (Tragulus Javanicus), Trenggiling (Manis Javanica), Kijang (Muntiacus Mutjack), Kucing Hutan (Prionailurus Bengalensis), Lutung Jawa (Trachypithecus Auratus), Kukang (Nycticebus), Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi), Elang Hitam (Ictinaetus Malayensis), Kakatua Raja (Probosciger Atterimus), serta Kakatua Seram (Cacatua Molucensis).

“Satwa yang dilindungi undang-undang itu, diperdagangkan di sejumlah situs online seperti Toko Bagus, Kaskus dan Berniaga. Pedagang juga mempromosikannya lewat jejaring sosial, seperti Facebook,” kata Rosek.

Menurut Rosek, modus perdagangan satwa langka melalui media online ini cukup sulit ditangani karena dalam setiap transaksinya, pembeli tak harus bertemu langsung dengan penjual. Karena itu sangat perlu adanya kebijakan dari pemerintah dan para pengelola situs online, untuk memblokir iklan yang menawarkan jual beli satwa langka.

Meski begitu, kata Rosek, sepanjang 2012 pula tercatat lima kasus perdagangan satwa online yang telah diproses hukum. Diantaranya di wilayah Jakarta, Karawang, Jawa Barat, dan Pemanukan. Dari tangan tersangka, pihak berwenang menyita beberapa barang bukti hewan langka. Seperti belasan ekor Elang Jawa, Elang Brontk, Kulit Harimau, Offset Penyu, Buaya, Kukang, Kucing Hutan, serta Kakatua Raja.

Berdasarkan UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, para pelaku bisa terjerat hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Selain mengkritik perdagangan satwa secara online, ProFauna Indonesia juga mengapresiasi beberapa situs online yang telah berkomitmen untuk tidak menayangkan iklan yang menawarkan satwa langka, salah satunya adalah tokobagus.com. “Kebijakan dari Tokobagus itu sangat menggembirakan dan seharusnya segera ditiru perusahaan lainnya,” imbuh Rosek.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Adi Agus Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved