Futsal LFA
Bulldozer Di Ambang Tamat
Nama besar SFC Bulldozer hampir dipastikan lenyap dari hingar bingar
Penulis: Eko Supriyanto | Editor: Eko Supriyanto
"Kami sudah tidak pernah lagi latihan. Pemain juga sudah memilih jalan masing-masing," kata Arief Anton Sujarwo, Pelatih Bulldozer.
Pengakuan senada dilontarkan salah satu pilar Bulldozer, Apryanto 'Bejo' Wahyu. "Latihan sudah tidak ada. Kebetulan saya belum dapat klub, jadi ya nggak pernah latihan," papar Bejo.
Tim yang lahir pada 1 Juli 2008 itu bakal lenyap dari orbit LFA jika mereka tidak mendaftarkan diri pada LFA Jatim IV. Posisi mereka di Divisi I LFA Jatim IV akan dijual. Hanya saja, hingga LFA Jatim IV akan bergulir sekitar akhir Januari nanti, calon pembeli nampaknya masih jauh.
Berbeda dengan nasib klubnya yang terkatung-katung, tidak demikian dengan nasib pemainnya. Berbekal skill individu yang bagus, rata-rata pemain Bulldozer sudah mendapat tim baru. Tengok saja, Firmansyah mengaku akan membela tim promosi Green Army, David Joko membela tim asal kotanya dari Sidoarjo. Waldee Trudis de Daree memilih bergabung Laros FC. "Ya saya keluar dari Bulldozer pindah ke Laros," kata Waldee Trudis.
Bahkan, beberapa pemain lain seperti Cahyo Baskoro dan Kevin dikabarkan membela tim pendatang baru di Divisi II, Tim SAR.
Prestasi Bulldozer di LFA Jatim cukup moncer. Pada LFA Jatim I mereka menempati runner up, posisi itu melorot menjadi peringkat ketiga pada LFA Jatim II dan pada LFA Jatim III, Bulldozer finis di peringkat keenam.
