Futsal Surya Futsalic 2012

Teriakan Penonton Bikin Grogi

Sebagian tim futsal putri peserta Surya Futsalic 2012 merupakan tim yang ba

Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Eko Supriyanto
Teriakan Penonton Bikin Grogi - smak_gloria_edit.jpg
surya/rudi mulya
Tim Putri SMAK Gloria
SURYA Online, SURABAYA - Sebagian tim futsal putri peserta Surya Futsalic 2012 merupakan tim yang baru dibentuk dan pertama kali mereka mengikuti turnamen. Grogi dan kurang pengalaman bagaimana bertanding di lapangan standar nasional selalu dialami. Tak terkecuali tim futsal putri SMAK Gloria Surabaya.

Mulai, Jumat (14/12), SMAK Gloria Surabaya libur sekolah terkait Hari Raya Natal dan tahun baru. Sebagian besar dari mereka sudah bersiap berlibur bersama keluarga atau menyambut Natal. Namun, sembilan pemain tim futsal putri ini justru berjuang tampil pertama kalinya di Surya Futsalic 2012.

Akhirnya, setelah 20 menit, pertandingan usai. Hasil skor tak berpihak pada SMAK Gloria. “Kami kalah 0-2 dari SMAN 4. Tetapi tidak apa-apa, sebab kami masih capek, setelah Olympic Games di sekolah, Kamis (13/12),” kata Cecilia Saputra Gunawan, siswi kelas XI IPS 2.

Olympic Games adalah program rutin lomba olahraga antar-kelas yang digelar di sekolah mereka. Hampir semua murid ikut berpartisipasi di berbagai cabang olahraga dan permainan. Seperti futsal, basket, badminton, softball, maraton, triatlon, gobak sodor, dan atletik. Seluruh tim futsal putri ketiban sampur, mereka turut memperkuat kelasnya masing-masing.

“Karena capek nafasnya di lapangan jadi ngos-ngosan. Apalagi gugup karena baru kali ini mengikuti turnamen,” imbuh Patricia Layadi, teman sekelas Cecilia yang juga memperkuat tim futsal putrid SMAK Gloria.
“Belum lagi diteriaki penonton, jadi malu,” sahut Ivana Patricia, siswi kelas XI IPA 1.

Cecilia yang juga kapten tim futsal putri menuturkan, sebelum pertandingan babak penyisihan di Surya Futsalic 2012 ini, mereka berlatih selama tiga hari berturut-turut. Biasanya hanya latihan rutin seminggu sekali. Latihan passing, kontrol, kick in, dan memasukkan gol ke gawang menjadi menu tetap latihan.

“Tetapi mungkin masih kurang ya berlatihnya, karena tim ini juga baru terbentuk sekitar dua bulan lalu,” kata Cecilia.

Latihan fisik juga dirasa masih belum maksimal, sehingga stamina mereka untuk bermain di lapangan standar nasional kurang mumpuni.
Meski demikian, pelatih mereka, Budi, sudah melatih mereka lari sprint memutari lapangan indoor tempat berlatih ukuran 15x26 meter. Selama 12 menit, mereka disuruh memutari lapangan, ada yang mencapai 19 putaran hingga 24 putaran.

Tim ini juga dibentuk atas inisiatif pelatih, Budi. Untuk mencari anggota, dia berkeliling kelas satu per satu. Di SMAK Gloria futsal putri tidak termasuk kegiatan ekstrakurikuler, hanya tim bermain saja.

Sedangkan futsal putra sudah berdiri menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Antara mereka tidak pernah diadakan latihan bersama. Namun, untuk tim futsal putri, tim futsal putra menjadi pembimbingnya.
Bagi mereka bergabung dengan tim futsal itu menyenangkan.

“Selama ini kan jarang perempuan bermain futsal,” ucap Stella Candra, siswi kelas XI IPA 1.

Tim mereka ini memiliki kalimat mutiara yang menjadi penyemangat. Bahwa bakat tidak membawa kemenangan, tetapi kerjasama tim yang membawa ke keberhasilan. Sekolah pun mendukung sepenuhnya.

Mereka juga masih mengingat pesan kepala sekolahnya, Deborah Indriati, mereka mengikuti turnamen ini lebih ditujukan untuk mencari pengalaman. Namun, mereka tetap berusaha keras untuk menang. Jika kemenangan belum diraih, mereka percaya kegagalan akan membawa hasil yang baik di kemudian hari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved