Gadget Style
Tubuh Razer Blade Dibalut Alumunium
Banyak merek yang mulai masuk segmen game. Merek lain yang tak kalah heboh adalah Razer, dari produsen notebook AS.
Editor:
Tri Dayaning Reviati
Banyak merek yang mulai masuk segmen game. Merek lain yang tak kalah heboh adalah Razer, dari produsen notebook AS. Notebook ini masih mengadopsi ukuran layar yang konvesional 17,3 inci dan harganya sekitar Rp 25 jutaan (2.799 dolar AS).
Chief Executive Officer Razer, Min-Liang Tan dalam keterangan resminya mengklaim, tipe Razer Blade adalah andalannya saat ini. “Inilah notebook game yang sebenarnya,” tandasnya.
Tak seperti notebook game lain yang bertubuh bongsor, Razer Blade hanya punya ketebalan 22,3 milimeter dan berat cukup ringan 3,1 kg.
Tampilan luarnya memukau. Seluruh tubuhnya dibalut aluminium, sehingga tampak kokoh tapi tetap tipis. Menurut Min-Lian Tang, untuk mengejar bentuk ramping, Razer tak dilengkapi optical drive. Jadi, bagi yang terbiasa memasukkan game melalui CD, harus menyiapkan drive eksternal.
Ketika penutup dibuka, terhampar layar LED Backlit selebar 17,3 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel. Tombol power tampak menonjol karena letaknya persis di tengah atas papan ketik. Saat menyala tombol ini dan semua tuts memancarkan warna hijau terang.
Switchblade User Interface adalah fitur unik di laptop ini. Letaknya di sebelah kanan keyboard dan bentuknya berupa LCD dengan fitur sentuh.
Saat dipakai bermain Starcraft II, The Elder Scrolls V: Skyrim, dan Battlefield 3 dengan resolusi penuh, gambar yang sangat terang dan tajam.
Sayang, kualitas suara yang dihasilkan kurang bagus. Suara bas pada speaker yang terdapat di atas tombol power sangat lemah.