Tiap Suro, Permintaan Topeng Ganongan Capai 3 Ribu Unit Sepekan
Yang menjadi kendala keluarga Isdi selama ini adalah rambut karena untuk rambut ini harus dari bulu ekor sapi
Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa
Salah satunya seperti yang dialami Isdi (52) warga RT 01, RW 02 Dusun Tempel, Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Pria yang sudah menekuni kerajinan ini sejak tahun 1995 lalu ini, kebanjiran permintaan selama sepekan sebelum 1 Suro hingga sepekan memasuki bulan Suro yang diawali 15 Nopember 2012 kemarin.
Permintaan meningkat ini, mendorong perajin harus dibantu 6 orang karyawannya untuk menyelesaikan pesanan-pesanan baik dari perorarangan maupun para pedagang yang membuka stan di acar Grebeg Suro kemarin, serta dan kelompok seni reyog tertentu.
Banyaknya pesanan ini, menurut Isdi karena sekarang ini semua wilayah di Indonesia sudah banyak yang memiliki kelompok seni reyog. Bahkan dirinya bisa menjual topeng ganong hampir 3.000 unit selama menjelang Suro hingga penutupan Grebeg Suro kemarin. Padahal, pada bulan-bulan biasa hanya bisa menjual seratus unit topeng ganong selama 3 bulan sekali.
"Meningkatnya permintaan ini sejak awal Nopember kemarin. Selama Grebeg Suro saya sudah mengeluarkan 3.000 unit topeng ganongan terjual," terangnya kepada Surya, Senin (19/11/2012).
Meski ramai permintaan, Isdi tidak kewalahan. Pasalnya, anaknya yang berada di wilayah Kecamatan lain juga memproduksi kerajinan topeng Ganongan. Anak penerus Isdi itu adalah Takim yang tinggal di Desa Campursari, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Produksi anak Isdi dapat memenuhi pesanan yang meningkat drastis itu.
Untuk harga, Isdi tidak akan memainkan harga saat permintaan naik drastis. Dia tak mau memanfaatkan kesempatan (aji mumpung). Oleh karenanya dia mematok harga tetap seperti hari biasanya. Harga topeng ganongan dijual Rp 25.000 hingga Rp 100.000 per unit. Yang membedakan harga ini, menurut Isdi bergantung corak, warna, dan kehalusan corak warna catnya yang membuat harga semakin mahal.
Untuk produk topeng ganong ini yang menjadi kendala keluarga Isdi selama ini adalah rambut karena untuk rambut ini harus dari bulu ekor sapi. Selama ini pihaknya mendatangkan bulu rambut ekor sapi dari Jakarta, Malang, Solo dan Sidoarjo. Hal itu terkadang masih kurang, karena untuk satu unit ganongan membutuhkan lima ekor sapi.
Selain topeng ganong kini Isdi mulai menekuni membuat dadak merak sejak dua tahun lalu dengan alasan untuk memenuhi permintaan pemesan karena tidak jarang orang pesan sekalian reyog atau dadak meraknya.
"Karena sering orang menanyakan reyog maka kami sejak dua tahun ini juga membuat dadak merak dengan harga Rp 25 juta sampai Rp 35 juta per unit komplit, mulai dari gamelan, serta pakaian pemain reyog," paparnya.
Untuk harganya disesuaikan ukuran. Seperti ukuran 40 sentimeter reog mini harganya 150.000, sedang ukuran 60 sentimeter harganya Rp 300.000, dan untuk ukuran 80 sentimeter seharga Rp 500.000 per unit. "Untuk miniatur reog yang ukurannya satu meter dihargai Rp 1 juta per unit," tandasnya.