Febri Akhirnya Ditemukan Tewas Mengapung
“Tempat korban mengapung, sekitar 20 meter dari tepi sungai,” imbuhnya.
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Adi Agus Santoso
Begitu ditemukan, jenazah Febri langsung dievakuasi ke kamar mayat RSU Dr Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang dengan menggunakan ambulans milik Satgana (Satuan Siaga Bencana) PMI Kabupaten Malang.
Ditemui di RSSA, Zainal Abidin, salah satu anggota Satgana PMI Kabupaten Malang, menyebutkan bahwa jasad Febri diketahui mengapung oleh salah satu warga yang kebetulan hendak mandi. Temuan itu disampaikan ke penjala ikan, yang lalu meneruskan ke tim SAR.
Begitu mendapat laporan, personil Satgana PMI segera berenang ke jenazah Febri, lalu menariknya ke tepian. “Tempat korban dtiemukan mengapung, hanya sekitar 20 meter dari tepi sungai,” imbuhnya.
Saat ditemukan, Febri hanya memakai celana. Sementara kaos yang sebelumnya ia pakai berenang, telah raib. Selain itu, setelah diperiksa di kamar mayat, dari kedua matanya terlihat darah yang diduga akibat benturan selama hanyut dan tenggelam.
Mengetahui anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Bedik Sumardi (37), tampak tak bisa menyembunyikan kesedihan. Pria itu tak bisa berkata banyak saat melihat jenazah sang anak sulung. Namun,
dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa pria yang akrab dipanggil Didik ini berusaha untuk tetap tegar.
Mewakili keluarga, Ustadz Ahmad Safi’i yang menjadi pengasuh Febri selama menempuh pendidikan di MTsN Darul Ulum, Waru, Sidoarjo, mengatakan malam ini juga jenazah Febri akan dibawa pulang ke rumah keluarganya untuk disemayamkan. “Rencananya begitu, tapi kami masih menunggu pihak kepolisian datang,” tukas Sa’ifi.