Kamis, 23 April 2026

Ayam Serama ASEAN Adu Gaya di SLG

Bahkan ada pula peserta yang berasal dari negara asing, misalnya Malaysia

Penulis: Cornelius Vrian | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Ayam Serama ASEAN Adu Gaya di SLG
surya/cornelius vryan
Sejumlah ayam serama peserta kontes adu gaya
SURYA Online, KEDIRI-Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) berubah menjadi catwalk dadakan. Namun, bukannya model manusia yang berlenggak - lenggok di atas catwalk, melainkan ayam serama. Ayam serama tersebut mengikuti kontes di convention hall komplek SLG, Minggu (18/11/2012) siang.

Ada 300 ekor ayam serama yang mengikuti kontes itu. Tidak hanya dari Kediri, ayam serama peserta kontes juga berasal dari berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung. Bahkan ada pula peserta yang berasal dari negara asing, misalnya Malaysia.

Pasalnya, gelaran kontes ayam serama ini memang untuk lingkup negara - negara Asia Tenggara. Kontes ayam serama regional Asia Tenggara ini merupaka kali kedua yang berlangsung di Kediri. Kali pertama, kontes serupa digelar tahun lalu di GOR Jayabaya Kota Kediri. Tahun ini, kontes diikuti hampir 70 persen dari total kelompok pencinta ayam serama di Indonesia.

Ratusan ayam serama peserta kontes tersebut terbagi dalam 14 kategori lomba, misalnya anakan jantan, jantan remaja hingga jantan dewasa. Layaknya model sungguhan, ayam - ayam serama menunjukkan gaya di atas meja penilaian yang disediakan panitia.

Ayam - ayam mungil itu berjalan mengelilingi atas meja sembari membusungkan dada seiring irama musik sepanjang waktu perlombaan. Sesekali ayam - ayam tersebut berhenti untuk mengepakkan sayapnya. Di luar arena, para pemilik dan penonton bersorak sorai memberikan semangat pada ayam - ayam jagoannya.

Ketua panitia kontes, Edi Yuwono mengatakan, penilaian utama dalam kontes memang terletak pada gaya yang ditunjukkan oleh ayam serama. Para juri memberikan penilaian pada gerakan tubuh ayam serama saat berada di atas catwalk. Selain gaya, penilaian juga diberikan terhadap aksesoris ayam serama, seperti bulu dan bentuk tubuh.

"Penilaian dilakukan secara menyeluruh mulai dari gaya sampai aksesoris. Tapi pokok penilaian memang pada gaya saat ayam ada di atas meja penilaian," katanya.

Meski hingga saat ini, populasi ayam serama baik di Indonesia maupun Kediri tergolong masih minim, tapi tidak mengurangi niat para pecinta ayam jenis itu untuk mengikuti kontes yang kerap diadakan di berbagai daerah.

Pasalnya, kontes seperti ini menawarkan popularitas sekaligus tingginya harga ayam serama yang memenangi lomba. Seekor ayam serama yang sering menjuarai kontes bisa naik daun dan menjadi incaran kolektor. Tentunya harga ayam yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 2004 itu bisa melambung tinggi jika sering menjadi juara kontes.

Untuk perbandingan, untuk jenis anakan ayam serama dijual dengan harga antara Rp 50.000 - 5 juta, sedangkan untuk ayam dewasa harganya berkisar antara Rp 20 - 30 juta. Namun apabila ayam serama berpredikat juara, harganya bisa terdongkrak hingga ratusan juta.

"Di Indonesia ada kolektor yang memiliki ayam serama dengan harga Rp 100 juta karena ayam itu sering menang kontes," ujar Andri, pemilik ayam serama asal Jakarta

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved