Kapal Impor Holtikultura Antre Masuk Pelabuhan

Menurutnya untuk mengurus dua surat tersebut pihaknya memerlukan waktu dua hari bahkan bisa lebih

SURYA Online, SURABAYA-Sejumlah anggota Indonesian National Ship Owner Assosiasion (INSA) mengeluh  regulasi pemerintah terkait Surat Persetujuan Impor dari Disperindag dan RIPH (Rekomendasi Impor Produk Holtikultura) dari Balai Karantina Tumbuhan.

"Akibat adanya regulasi SPI dan RPIH sekarang terjadi antrean kapal pengangkut produk holtikultura," kata Ketua DPC INSA Surabaya, Stenven H Lessewengan, Senin (12/11/2012).

Menurutnya, dua aturan dari pemerintah tersebut menyebabkan antrean panjang di  Dermaga Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Regulasi yang dimaksud kata Stenven, adalah pengurusan Surat Persetujuan Impor dari Deperindag dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura dari Balai Karantina Tumbuhan. "Persoalannya kedua surat rekomendasi pengurusannya memakan waktu, karena harus sampai Jakarta," paparnya.

Karena menunggu pengurusan selesai, reefer plug (alat untuk pendingin kontainer)di TPS penuh. "Kapal pengangkut Holtikultura terutama impor harus antre agar untuk melakukan  bongkar muat," tegasnya.

Menurutnya untuk mengurus dua surat tersebut pihaknya memerlukan waktu dua hari bahkan bisa lebih.

"Di  TPS  menyediakan 634 reefer plug, itu masih kurang dan  produk holtikultura menumpuk sementara kapal-kapal pengangkut holtikultura lainnya harus antre," ujarnya

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved