Piala Dunia Futsal 2012
Italia Hajar Australia
Dua tim bertradisi kuat di Piala Dunia Futsal, Brasil dan Spanyol, harus mulai sada
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Eko Supriyanto
Seiring sukses itu, Italia semakin percaya diri menatap gelar Piala Dunia (PD) pertama mereka. Rasa penasaran, setelah hanya puas menjadi finalis PD 2004, serta tempat ketiga di edisi PD 2008, tak sabar untuk mereka tuntaskan tahun ini.
Pelatih Roberto Menichelli, mengaku sudah yakin sebelum laga, timnya akan mengatasi perlawanan Futsalroo di laga perdana tadi malam. “Kami sempat macet pada 15 menit pertama, tapi saya tidak khawatir sama sekali. Saya sampaikan ke pemain untuk tetap tenang, karena peluang akan datang,” ujar Menichelli usai pertandingan.
Laga hanya berjalan seimbang pada 15 menit awal. Kiper Australia, Peter Spathis, bermain cemerlang, hingga menjadi tembok buat Italia.
Ironis, sebuah skema Italia yang sebetulnya tak tersusun rapi, malah menyudahi aksi hebat Spathis. Kiper Italia, Stefano Mammarella, melakukan lemparan jauh kepada Marcio Forte. Dengan sekali sentuhan, Forte mengirim bola untuk kemudian diselesaikan dengan dingin oleh Rodolfo Fortino.
“Kiper mereka (Australia) main sangat baik, dan tendangan kami beberapa kali menatap tiang dan mistar. Saya puas hasil akhir, tapi kecewa karena sebetulnya bisa menyudahi laga ini dengan cleansheet,” tambah Menichelli.
Gol Fortino ini seperti menjadi oli pelicin, buat sumbu ledak Italia yang sempat macet. Delapan gol susulan menghajar Australia, dimana semua pemain starter Italia (kecuali kiper), membuat gol. Saad Assis membuat dua gol (15’19” dan 23, 24”), sementara Gabriel Lima (17’11”), Alex Merlim (30’27”) dan Sergio Romano (20’57”) masing-masing membuat sebiji gol. Tiga gol lainnya, diciptakan Marcio Forte (19,05”), Humberto Honorio (26’12”), dan Giuseppe Mentasti (28’25”). Ketika Italia unggul 9-0, Australia membuat gol hiburan, melalui Danny Ngaluafe (33’00”).
Bagi Australia, kekalahan telak ini tak terlalu mengagetkan. Pelatih Australia, Steven Knight, mengatakan, Italia jelas beda kasta dengan tim yang ia pimpin.
“Level permainan Italia sungguh mengagumkan. Kami ini hanya tim amatir, dan berlatih hanya sekali atau dua kali dalam seminggu. Sudah hebat kami masuk Piala Dunia,” ujar Knight.
“Melawan tim seperti Italia, Anda akan habis karena kelelahan. Dan mereka mampu memanfaatkan hal tersebut,” tambah Knight.
Italia sepertinya akan melaju mulus menjadi wakil Grup D. Selain Italia, Argentina merupakan kandidat kuat lain untuk lolos dari grup ini, setelah semalam juga menang besar. Tim Tango, menghajar El Tri Meksiko 5-1.
Sementara di Grup B, Panama, melakukan great comeback, setelah balik menghajar Maroko 8-3. Dalam laga yang berlangsung di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, itu, Panama sempat tertinggal 0-3 lebih dulu dari Maroko. (ab)