Selasa, 7 April 2026

Diduga Menggelapkan Uang Yayasan, Anggota Dewan Dipanggil BK

Intinya, hari ini kami masih mengklarifikasi saja, dan belum bisa menyimpulkan benar terjadi atau tidak,

Penulis: Lailatul Maulidiyah | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Diduga Menggelapkan Uang Yayasan, Anggota Dewan Dipanggil BK
surya/lailatul mauludiyah
Lookh Mahfudz saat mendapat panggilan resmi dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Malang
SURYA Online, MALANG-Salah satu anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Lookh Mahfudz mendapat panggilan resmi dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Malang. Panggilan tersebut untuk mengklarifikasi atas dugaan penggelapan uang di Yayasan Muhammadiyah Al-Munawwarah.

Sofyan Edi Jarwoko, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Malang mengatakan, BK sudah menanyakan dan mengklarifikasi terkait masalah tersebut.

Sebelumnya, Lokh Mahfudz diduga menggelapkan uang Rp 900 juta, rinciannya di antaranya sebesar Rp 25 juta merupakan bantuan Depag untuk untuk guru yang mengajar di madrasah yayasan tersebut periode  2010-2012, bantuan holtikulutra Rp 75 juta, dana Rp 75 juta yang ditarik oleh Lookh Mahfudz tanpa SPJ di tiga rekening bank milik yayasan, serta dana lainnya.

"Yang bersangkutan menyatakan tidak tahu apa-apa terkait masalah tersebut. Sehingga, kami minta untuk menyelesaikan secara internal di yayasan tersebut," kata Shofyan setelah selesai menggelar rapat tertutup BK, Kamis (18/10/2012).

Untuk itu, lanjut Shofyan, BK hanya meminta Lokh Mahfudz untuk menyelesaikan dalam waktu secepatnya. Dan jika tidak dijalankan, BK akan mengambil langkah selanjutnya.

"Intinya, hari ini kami masih mengklarifikasi saja, dan belum bisa menyimpulkan benar terjadi atau tidak," tegas Shofyan.

Menanggapi dugaan tersebut, Lookh Mahfudz menyangkal jika melakukan penggelapan. Menurutnya, masalah tersebut merupakan permasalahan internal Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM). "Tanya saja pada PDM," ujar Lokh.

Menurut Lookh Mahfudz, PDM merupakan institusi yang paling berhak mengurusi permasalahan ini. "Biar diselesaikan PDM, berapa nilainya saya juga kurang tahu, tanya saja ke PDM" tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved