Diberitakan Pelacur Zhang Ziyi Tuntut Media
Menurut kuasa hukumnya, Zhang Ziyi tidak akan hadir dalam prasidang.
Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa
Bintang Crouching Tiger Hidden Dragon ini terpaksa mengambil langkah hukum dengan tuduhan pencemaran nama baiknya oleh media Boxum News yang berbasis di North Carolina untuk berita-berita China berbahasa Inggris.
"Intinya, semua itu adalah berita fitnah yang diterbitkan oleh Boxun News tentang Zang Ziyi," ujar Adam LeBerthon, kuasa hukum Zhang Ziyi seperti dikutip AFP.
"Boxun News berulang-ulang menerbitkan bahwa Zhang Ziyi adalah seorang pelacur. Inilah yang akan kami tuntut. Klien kami juga tidak mengenal dia (Bo) dan belum pernah bertemu dengannya apalagi memiliki hubungan apapun," ujar pengacara Ziyi.
Kisahnya bermula saat Boxun News mengklaim Zhang menerima lebih dari 100 juta dolar untuk berhubungan intim dengan beberapa pejabat China. Berita tersebut dimuat pada Mei dan Juni lalu dan akhirnya dilansir oleh media di seluruh dunia.
"Tapi pemberitaan itu tidak memiliki dasar yang benar dan sah untuk mempublikasikan berita tersebut. Mereka tidak pernah menghubungi Zhang untuk konfirmasi sebelum mempublikasikan berita tersebut. Mereka juga tidak mencari fakta-fakta untuk berita tersebut," ujar kuasa hukum Zhang.
Gugatan untuk media di Amerika dilakukan Zhang setelah Juni lalu ia juga menggugat surat kabar terkemuka Hongkong Apple Daily dan majalah mingguan Next Magazine atas pemberitaan Zhang melacurkan dirinya dengan para pejabat senior di China.
Sebuah artikel di Apple Daily pada 29 Mei lalu dengan lugas memberitakan Zhang adalah "pelacur" dan berhubungan intim dengan Bo dan rekan-rekannya yang kaya raya seperti Xu Ming dan mendapatkan uang yang banyak.
Sebenarnya pihak Zhang sempat meminta konfirmasi kepada Boxun News nampun tidak berhasil. Nomor telepon yang tercantum di alamat websitenya tidak jua tersambung.
Pengadilan kemudian memutuskan untuk menyidangkan perkara di Los Angeles pada 16 Oktober dan 16 November mendatang. Namun waktu pastinya masih bisa berubah dan belum ditentukan. Menurut kuasa hukumnya, Zhang Ziyi tidak akan hadir dalam prasidang.
Bo kemudian dipecat dari jabatannya sebagai pejabat di kota Chongqing Maret lalu dan kemudian diskors karena pelanggaran disiplin dan tindakan korupsi.
Pihak berwenang China mengaungkapkan, bulan depan, Bo aan menghadapi pengadilan untuk kejahatan penyalahgunaan kekuasaan, menerima suap dan hubungan seksual dengan orang yang bukan istrinya.
Sementara itu hukuman mati istrinya, Gu Kailai ditangguhkan. Kailai divonis hukuman mati karena kasus pembunuhan yang dilakukannya Agustus lalu. Ia dinyatakan bersalah karena terbukti membunuh pengusaha asal Inggris Neil Heywood dan ia pun mengakui tuduhan tersebut.
Pemberitaan tersebut juga telah menambah daftar skandal yang mengguncang Partai Komunis, menjelas transisi kekuasaan. Padahal kongres akan dilangsungkan 8 November mendatang. (beastdaily)