Jatim Surga Daging Nasional

Bantuan Ternak Jadikan Gakin Lebih Berdaya (3)

Dengan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Oktober 2009 didapatlah data dan potret valid tentang warga miskin.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Rudy Hartono
SURYA Online, SURABAYA - Julukan provinsi peternakan menginspirasi Pemprov Jatim menjadikan binatang ternak sebagai salah satu strategi untuk mengentaskan kemiskinan. Lewat program Jalan lain menuju kesejahteraan (Jalin Kesra), rumah tangga sangat miskin (RTSM) diberi bantuan ternak, agar mereka lebih berdaya.

Slogan ‘APBD Untuk Rakyat’ yang diusung pemerintahan Gubernur  Jatim Soekarwo – Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (2009-2014) langsung coba diterapkan menjadi program pengentasan kemiskinan begitu mereka terpilih. Agar terukur dan jelas pijakannya, dicanangkanlah upaya mengentaskan kemiskinan dari titik nol.

Dengan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Oktober 2009 didapatlah data dan potret valid tentang warga miskin. Dari total penduduk Jatim sekitar 37,8 juta jiwa, jumlah rumah tangga miskin sebanyak 3.079.822. Dari jumlah itu, yang masuk katagori rumah tangga hampir miskin (RTHM) 1.330.696 (43 persen), rumah tangga miskin (RTM) 1.256.122 (41 persen), dan rumah tangga sangat miskin (RTSM) 493.004 (16 persen).

Gubernur Soekarwo menyebut, “Mereka itulah yang dijadikan sebagai rumah tangga sasaran  (RTS) untuk program pengentasan kemiskinan,”  ujarnya, Rabu (3/10/2012).

Agar efektif, penanganan RTS, kata Pakde Karwo – panggilan Soekarwo dilakukan melalui strategi klaster. Klaster I untuk RTSM, dilakukan dengan memberi bantuan dan perlindungan sosial melalui pemberian bantuan langsung (cash transfer). Klaster II bagi RTM melalui pemberdayaan masyarakat, misalnya penguatan koperasi simpan pinjam wanita. Sedangkan klaster III untuk RTHM lewat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan koperasi serta  aksestabilitas terhadap ekonomi atau dunia perbankan.

Nah, khusus RTSM produktif, bantuan yang diberikan, kata Pakde Karwo sesuai pengalaman dan pekerjaannya. Bagi petani dibantu bibit, biasa menggembala kambing diberi kambing Kacang atau Ettawa, yang tinggal di pinggir hutan diberi glodokan lebah, yang senang memelihara ikan diantu lele atau belut.

“Pokoknya bantuan yang diberikan kita sesuaikan dengan permintaan dan keahlian masing-masing RTSM,” jelas Mantan Sekdaprov Jatim ini.

Untuk mendukung program pro rakyat itu, selama empat tahun mulai 2010 hingga 2013, anggaran yang dikeluarkan Pemprov mencapai Rp 1,02 triliun. Khusus RTSM, dari 493.004 rumah tangga sasaran, sekitar 70 – 80 persennya minta bantuan ternak.  Dari jumlah itu, hingga 2012 ini, sudah 125.880 kepala keluarga (KK) di 29 kabupaten yang diberi bantuan ternak kambing, domba, ayam, dan itik melalui dinas peternakan dengan total anggaran sebesar Rp 314,7 miliar.

Untuk paket kambing/domba, per KK dibantu 4 ekor (1 jantan, 3 betina), sedangkan ayam/itik dibantu sebanyak 35 ekor. Nilai bantuan per paket Rp 2,5 juta. Sementara untuk jenis bantuan lainnya diberikan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Bappemas.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur menjelaskan, banyaknya RTSM yang minta bantuan ternak tak lepas dari mata pencaharian sebagaian besar masyarakat di bidang agraris. “Dari lahan pertanian itulah, berlimpah sumber untuk makanan ternak,” terangnya.

Menurut Maskur, berdasar evaluasi sementara yang dilakukan, setelah dibantu 101.075 ekor kambing, 17.235 ekor domba, 5.278 ekor ayam, dan 2.292 ekor ayam, dari 125.880 RTSM yang menerima bantuan tersebut, 60 – 70 persennya ternyata berhasil dan dapat menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Tambahannya lumayan, per bulan rata-rata Rp 100 ribu. Malah seringkali lebih besar lagi.

“Inilah yang menjadikan ketahanan sosial ekonomi RTSM menjadi lebih berdaya. Minimal mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata pejabat asal Tuban ini.

Selain bantuan ternak lewat jalin kesra, untuk terus mempertahankan supremasi Jatim sebagai surga daging nasional, Dinas Peternakan juga menggulirkan sejumlah program unggulan. Yakni, peningkatan populasi sapi Madura, pengembangan kawasan peternakan dan pembibitan, integrasi ternak dengan komoditas pertanian lainnya, dan memberikan bantuan 150 mini feedmill untuk mengatasi mahalnya harga pakan ternak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved