PON XVIII Riau 2012

Voli Putra Selamatkan Muka Jatim

Jatim memiliki tim voli putra yang tangguh, sehingga masih bisa menyelamatkan muka Jatim ketika menang telak 3-0

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Deddy Sukma
Voli Putra Selamatkan Muka Jatim - VOLI.jpg
surya/erfan hazransyah
SURYA ONLINE, PEKANBARU - Nafsu besar Jatim untuk memadukan emas voli indoor putra dan putri di partai final PON XVIII/2012 Riau, tidak terjadi.

Beruntung, bahwa Jatim memiliki tim voli putra yang tangguh, sehingga masih bisa menyelamatkan muka Jatim ketika menang telak 3-0 3-0 (25-19, 25-20, 25-19) atas tim Jateng di Hall Sport Center Universitas Islam Riau, Rabu (19/9) malam.

Kemenangan Jatim atas Jateng ini sudah diprediksi sebelumnya. Bagus Wahyu dkk unggul kualitas permainan dibanding Jateng. Sepanjang tiga set permainan, Jatim selalu mendominasi permainan dan unggul dalam perolehan angka.

Begitu memastikan kemenangan, pemain-pemain Jatim langsung merayakan sukses medali emas.  Kaus yang dikenakan langsung dilepas dan dilemparkan penonton yang memenuhi Hall Sport Center Universitas Islam Riau. Kaus-kaus pemain Jatim pun jadi rebutan. Ratusan penonton langsung menyerbu lapangan guna mendapatkan kaus.

Bagi Jatim, sukses ini sekaligus menjaga tradisi emas sejak PON 1993 di Jakarta. Sejak PON 1993 hingga kini, voli indoor putra selalu meraih emas. "Menghadapi pertandingan dengan Jateng, anak-anak lebih percaya diri. Lawan terberat sejatinya Bali, tetapi Bali gagal ke final," aku Ibarsyah, pelatih tim voli putra Jatim.

Sementara mendali perunggu putra direbut Kalimantan Timur (Kaltim), setelah di perebutan tempat ketiga menyingkirkan Bali. Kemudian di tim putri, perunggu direngkuh Jateng.

Sayangnya, tim voli Jatim harus mengubur harapannya menjadi juara karena Dini Indahsari dkk ditaklukan Jabar 2-3 (24-26, 26-24, 25-19, 20-25, 11-15).

Ketika kandas di set terakhir, pemain Jatim langsung lemas. Maya Kurnia Indri tidak kuasa menahan tangis di lapangan. Tangis pemain Jatim kian menjadi di ruang ganti, Novia Adriyanti tidak mampu berdiri. "Kalau sudah final, mental yang menentukan. Secara teknis, kekuatan berimbang," aku Mahcfud Irsyadan pelatih Jatim, usai laga.

Kegagalan Jatim ini, menambah panjang puasa gelar di PON. Putri Jatim sudah tidak lagi juara sejak PON 2004 di Palembang. ***

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved