Blimbingsari Jadi Bandara Alternatif

Bandara Blimbingsari sudah 1,5 tahun beroperasi memiliki menara ATC serta didukung 54 karyawan berlisensi.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, SURABAYA - Bandara Blimbingsari di Banyuwangi disiapkan menjadi bandara alternatif jika Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar padat.

Kepala otoritas Bandar Udara Wilayah III Jatim, M Alwi mengatakan, Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang masuk dalam wilayah III Jatim sudah siap untuk menampung pergerakan pesawat jika ada emergency. “Sebagai bandara alternatif, Blimbingsari sudah memenuhi persyaratan,” katanya, Kamis (6/9/2012).

Menurutnya konsep suatu bandara, seharusnya memang bisa sewaktu waktu dijadikan bandara alternatif jika ada masalah dalam penerbangan.
Saat ini. Blimbingsari sudah melayani pesawat seperti dari maskapai Merpati Airlines serta menjadi bandara untuk pesawat latih.

Bandara yang terletak di Kecamatan Rogojampi ini, memiliki landas pacu sepanjang 900 meter, dan mampu didarati pesawat tipe kecil dengan penumpang 45 hingga 72 orang.

Pihak Otban sendiri, mendorong pemkab setempat untuk mengembangkan bandara dengan prioritas memperpanjang landas pacu. “Ini tergantung
dari Pemkab Banyuwangi, rencana yang ada memang akan di panjang landas pacu ini akan ditambah 100 meter lagi,” terangnya.

Apakah Otban akan mendorong maskapai lainnya untuk singgah di Bandara Blimbingsari, menurutnya hal ini tergantung dari permintaan. “Kalau
ada permintaan pasti dengan sendirinya akan ada maskapai lain yang akan melayani hingga ke Banyuwangi,” pungkasnya.

Bandara Blimbingsari sudah 1,5 tahun beroperasi dan memiliki berbagai sarana prasarana, seperti menara ATC serta didukung 54 karyawan berlisensi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved