Breaking News:

Segar-Sedap Lontong Balap Pak Gendut

Yang mudik ke Surabaya harus mencoba makanan khas ini, Lontong Balap Pak Gendut.

Segar-Sedap Lontong Balap Pak Gendut
ahmad zaimul haq
Lontong Balap Pak Gendut
Pulang kampung ke Surabaya ketika Lebaran tidak terbatas untuk berkumpul dengan keluarga saja. Berburu makanan khas bisa dimasukkan ke agenda seru bersama mereka. Lontong balap Pak Gendut di Jl Kranggan yang tetap buka waktu Lebaran dapat dijadikan jujugan.

Penjual lontong balap di sepanjang Jl Kranggan bagian tengah sebenarnya ada beberapa. Akan tetapi, hanya satu nama yang kondang di antara mereka, Lontong Balap Pak Gendut. Berdiri sejak 1956, lapak ini tetap ramai dikunjungi pembeli. Pelanggannya termasuk para artis seperti Ahmad Dhani, Ari Lasso, dan Maia.

Lontong balap itu biasa juga disebut lontong balap Garuda karena berada di depan area bekas bioskop Garuda. Kehebatan lontong balap buatan keluarga keturunan Pak Gendut ini adalah mampu mempertahankan sajian khasnya. Taoge yang renyah, lentho dari kacang tolo, kuah gurih, dan sate kerang yang empuk.

Irisan lontong yang sudah tersaji di meja depan penjual. Penjual tinggal mengguyurnya dengan kuah dan taoge yang senantiasa hangat di dalam kuali tanah jika ada yang memesan. Serbuk kayu gergaji yang menimbulkan api kecil digunakan untuk memanasi kuali, sehingga taogenya tidak cepat lembek.

Sepiring lontong dan taoge berkuah tadi dilengkapi pula dengan irisan lentho dan tahu goreng. Taburan bawang goreng dan sambal petis ditambahkan supaya rasanya lebih mantap. Kalau merasa seporsi lontong balap masih kurang, pembeli bisa langsung minta tambah. Tak cukup itu, segelas es kelapa muda yang dijual di lapak sebelah, dapat diminum untuk sejenak menghilangkan rasa pedas di mulut.

”Lentho ini tidak ada campurannya, murni berbahan kacang tolo dan dibumbui,” jelas Syaiful Arifin, anak ketiga Pak Gendut. Syaiful menerangkan jika sebaiknya lentho dibuat tanpa campuran tepung terigu atau singkong.

Jadi, hanya memakai bahan kacang tolo yang diblender kemudian dicampur dengan kacang tolo yang masih utuh. Hasilnya lentho bertahan kriuk-nya meskipun sudah dicampur dengan kuah lontong balap.

Sementara itu, kuahnya dibuat dari kaldu ayam yang dicampur kaldu udang. Selain bening seperti kuah sup, rasa bawang putihnya juga kuat. Untuk bumbu kuah, dikatakan Syaiful sama dengan bumbu sup sayur.  

Satu porsi lontong balap Pak Gendut Rp 7.000. Khusus untuk Lebaran akan dikenai harga Rp 8.000. Untuk sate kerang, harga Rp 7.000 untuk 10 tusuk atau Rp 700 per tusuk.  

”Kami tetap buka. Liburnya sudah di awal puasa lalu,” ujar Syaiful.

Waktu berjualan pada waktu Lebaran mulai pukul 15.00 hingga 22.30 WIB. Mereka biasanya berlebaran di pagi hari, lalu berjualan mulai sore sampai malam hari.

Banyak orang dari luar kota berdatangan demi kesempatan mencicipi rasa lontong balap yang sudah terkenal luas itu. Setidaknya selama dua hari Lebaran berturut-turut, mereka dapat melayani 350 porsi lontong balap.

Selama itu, mereka menghabiskan 70 kilogram taoge dan 70 potong tahu ukuran besar harga Rp 3.500. ”Kadang-kadang juga ada pesanan katering atau pernikahan,” ucap Syaiful.

Supaya layanan tetap cekatan seperti biasanya, Syaiful dibantu tiga sampai empat orang lagi. Tunggu apa lagi? Pulang ke Surabaya tak lengkap tanpa merasakan segarnya kuah lontong balap Pak Gendut.

Penulis: Marta Nurfaidah
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved