olimpiade 2012

Pejudo Putri Arab Saudi Tersingkir

Belakangan Wodjan memilih menggunakan penutup kepala ketat berwarna hitam untuk menggantikan jilbabnya

Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Pejudo Putri Arab Saudi Tersingkir
BBC
Kalah dalam babak pertama
SURYA Online, LONDON-Pejudo perempuan Arab Saudi, Wodjan Shahrkani, yang tampil untuk pertama kalinya di ajang Olimpiade akhirnya tersingkir.

Wodjan Shahrkani sebelumnya sempat mengundang kontroversi karena hingga beberapa hari lalu masih mendapat ancaman larangan bertanding akibat bersikeras menggunakan jilbab saat berlaga.

Belakangan Wodjan memilih menggunakan penutup kepala ketat berwarna hitam untuk menggantikan jilbabnya. Federasi Judo Internasional sebelumnya mengatakan pakaian yang dipilih Wodjan tidak diperbolehkan dan dinilai tidak aman pada cabang olahraga yang mengandalkan teknik cengkraman dan bantingan pada lawan.

Wodjan dalam pertandingan Jumat (3/8/2012) langsung tersingkir dari lawannya asal Puerto Rico, Melisa Mojica, di nomor putri kelas 78kg.

Dia kalah dalam pertandingan yang hanya berlangsung selama satu menit 22 detik. Meski kalah dalam pertandingan itu namun banyak yang mengapresiasi kiprahhnya di Olimpiade London.
Banyak ditentang

Upayanya sebagai perempuan asal Arab Saudi yang ingin bertanding pada pesta olahraga terbesar dunia ini dipandang sebagi sesuatu yang luar biasa.

Wodjan meruapakan satu di antara dua atlet wanita asal Arab Saudi yang bertanding di London.'

Sedikitnya jumlah atlet perempuan asal negara itu merupakan dampak dari perintah ulama yang melarang perempuan terlibat dalam dunia olahraga karena dinilai tidak sopan.

Wodjan diperbolehkan pemerintahnya mengikuti olimpiade kali ini setelah diminta agar menggunakan jilbab dan pakaian yang sesuai dengan ajaran Islam.

Meski demikian tekanan terhadapnya rekannya, Sarah Attar, yang bertanding pada lari 800m terus datang, antara lain dari kelompok konservatif Arab.

Pada acara pembukaan Olimpiade, masyarakat Arab Saudi yang tidak setuju dengan langkahnya menuliskan kecaman dengan menggunkan hashtag berbahasa Arab yang jika diartikan adalah pelacur di arena olimpiade.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved