Jelang Pilwali Batu
MCW Kawal Kasus Ijazah Eddy Rumpoko
Malang Corruption Watch (MCW) bakal ikut mengkawal kasus ijazah cawali Batu incumbent, Eddy Rumpoko yang saat ini santer dibicarakan.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Didit Sholeh, Koordinator MCW mengatakan, kesempatan Eddy untuk beralibi terkait ijazahnya itu sangat kecil. "Apalagi, masalah ijazah itu sudah tercium luas di media dan masyarakat. Terlebih kebenaran ijazah itu pun sudah simpang siur," ujar Didit, Sabtu (28/07/2012).
Kalau sudah begitu, jelasnya, maka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) seharusnya sudah bisa mengambil keputusan. "Panwaslu sudah bisa memutuskan bahwa calon yang bersangkutan sudah cacat administrasi," tegasnya.
Keputusan Panwaslu itu lalu diakomodir oleh KPUD. Sebab, yang menentukan lolos tidaknya yang bersangkutan tergantung keputusan KPUD. "Apabila KPUD tidak berani memutuskan, maka publik bisa menyimpulkan sendiri. Ada permainan politik apa antara KPUD dan yang bersangkutan," beber Didit.
Didit menegaskan, menghadapi masalah ini, Panwaslu dan KPUD harus benar-benar objektif dan independen. Apabila, keduanya tidak tegas, maka berdampak luas di masyarakat. Seperti, tidak terbangun pendidikan politik humanis dan menciptakan demokrasi lokal. "Kepentingan daerah di Kota Batu nantinya bisa disetir oleh sekelompok orang saja, lalu kesejahteraan rakyat bisa terkesampingkan," jelasnya.
Kalau keadaannya sudah seperti ini, dia sarannya agar Eddy Rumpoko berbicara terbuka dan sebenarnya kepada publik. Kasus ijazah Eddy Rumpoko menjadi isu panas menjelang Pilwali Batu setelah pihak SMP Taman Siswa Surabaya menolak melegalisir ijazah Eddy Rumpoko.