Kompolnas Soroti SP3 Eddy Rumpoko

Keputusan Polda Jatim untuk menghentikan penyelidikan pada dugaan pemalsuan surat kelulusan SMP Walikota Batu Eddy Rumpoko disoroti

Kompolnas Soroti SP3 Eddy Rumpoko
foto: Adrianus Adhi N
Dari kanan : Komisioner Kompolnas M Nasser, Hamidah Abdurrachman dan Logan Siagian.
SURYA Online, SURABAYA - Keputusan Polda Jatim untuk menghentikan penyelidikan pada dugaan pemalsuan surat kelulusan SMP Walikota Batu Jawa Timur, Eddy Rumpoko disoroti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dalam kunjungan singkatnya di Jatim, Kompolnas berpendapat kasus ini layak dilanjutkan kembali.

Komisioner Kompolnas M Nasser menjelaskan ada petunjuk yang tak diperhatikan secara teliti oleh Polda Jatim dalam menangani kasus ini. Bukti itu diantaranya adalah pernyataan dari SMP Taman Siswa pada 2009 yang menyebut pernyataan bahwa Eddy Rumpoko pernah bersekolah di sana, dan surat izin pemeriksaan Eddy Rumpoko yang dikeluarkan oleh Presiden SBY pada 24 April 2011.

"Dengan adanya petunjuk ini seharusnya Polda Jatim bisa lebih berani mengambil tindakan-tindakan hukum pada Eddy Rumpoko. Bukannya meng-SP3 kasus ini. Kami akan segera mengirim surat pada Kapolda Jatim terkait hal ini," sebut Nasser pada wartawan di Hotel Bumi, Surabaya, Jumat (27/7/2012) malam.

Selain Nasser, komisioner Kompolnas lain, Logan Siagian dan Hamidah Abdurrachman, yang juga turut dalam kunjungan kali ini juga berpendapat serupa.

Hamidah mengatakan keputusan Polda Jatim untuk menghentikan kasus ini cukup aneh. Sebab keputusan ini didasarkan karena berkas kasus ini sudah tiga kali bolak-balik Kejaksaan dan Kepolisian, serta tak ditemukannya salah satu saksi kunci.

"Bila merujuk pada petunjuk-petunjuk dalam BAP ini seharusnya kasus ini bisa dilanjutkan. Apalagi pada gelar perkara juga disimpulkan kalau ada tindak pidana di sana," tambah Hamidah.

Hamidah menambahkan saat ini ada surat pernyataan baru dari SMP Taman Siswa yang menegaskan Eddy Rumpoko tak pernah bersekolah di sana. Surat tersebut adalah surat yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah Taman Siswa, Abdullah dengan nomor 045/ABD/TD/VII/2012. Surat ini menyebutkan kalau  nama Eddy Rumpoko dengan nomor induk 3116 tak pernah bersekolah di sana.

"Dan lucunya, karena surat ini dia (Abdullah) di somasi," kata Hamidah.
Karena itu kini Kompolnas akan mendorong Polda Jatim untuk membuka kembali kasus ini. Rencananya, Kompolnas akan mengirim Surat pada Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko untuk lebih memperhatikan kasus ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan kasus yang telah di SP3 bisa dibuka kembali. Asalkan, dalam kasus itu ditemukan beberapa bukti baru. "Tapi ini semua tergantung penyidik, apakah bukti ini cukup kuat atau tidak," kata Hilman lewat selulernya, Sabtu.

Seperti berita sebelumnya, Polda Jatim menghentikan penyelidikan pada kasus Eddy Rumpoko. Berdasarkan surat SP3 bernomor SP.Tap/31/VI/2012/Ditreskrimum Polda Jatim tertanggal 7 Juni 2012 disebutkan kasus tersebut kurang cukup bukti untuk dapat diteruskan. Bukti yang dimaksud adalah saksi kunci kasus tersebut hingga kini dinyatakan ‘hilang’.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Heru Pramono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved