"Jeng Kelin" dan "Mbok Bariyah" Ikut Lomba Rujak Cingur

Ada yang tampil dengan kebaya dan kain batik yang dipakai hingga setinggi beti

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto
surya/sri handi lestari
BERAKSI-Para peserta sibuk mengulek bumbu rujak cingur
SURYA Online, SURABAYA -Suasana atrium lantai 2 The Square, Jl Siwalankerto, Minggu (8/7) dipenuhi para ibu yang asyik mengulek bumbu rujak cingur. Mereka adalah para peserta lomba rujak cingur yang digelar dalam rangkaian event Liburan Bersama The Square.

Di antara puluhan tim peserta, yang satu tim-nya terdiri atas dua orang, ada yang tampil unik. Di antaranya, tim nomor 32 yang tampil dengan kostum ala "Jeng Kelin". Lengkap dengan make up merah bulat di pipi dan bentuk bibir runcing serta membawa tas model segi empatnya.

Tak hanya itu, d iantara mereka juga ada yang tampil dengan kebaya dan kain batik yang dipakai hingga setinggi betis. Ditambah dengan kepala ditutup kerudung yang dilipat, tampilan sangat mirip dengan Mbok Bariyah, sosok tokoh perempuan dewasa. Kalau di Surabaya biasa disapa Bok.

"Kebetulan saya orang Madura. Busana seperti ini kan khas Bok Madura," jelas Sumiati dan Suwatiningsih, warga RT 2 Kelurahan Siwalankerto.

Selain berkebaya, dan berkain, keduanya menambah aksesoris dipakaiannya dengan lombok, daun selada, kacang panjang, bawah putih, dan kacang goreng dengan ditempel menggunakan cemiti. Begitu juga di bagian kerudung, juga dihias dengan kacang panjang yang dililitkan.

Tak lupa, binggel buatan (gelang atau kalung khas aksesoris perempuan Madura) dari kertas emas tampak menghiasi, pergelangan kaki, tangan, dan leher.

Selanjutnya dengan kostum-kostum itu, mereka asyik mengulek kacang, petis, dan gula merah, dan pisang muda. Sementara di sebelahnya, keranjang berisi buah, cingur (daging di bagian mulut sapi) dan sayuran rebus siap untuk diiris dan dicampurkan dengan bumbu rujak.

Selanjutnya, disajikan di meja juri untuk dinilai. Rosa Agus Wili, Ketua Panitia "Liburan Bersama The Square", mengatakan, lomba rujak cingur ini hanya salah satu dari kegiatan lain. "Yaitu bazzar dan hiburan untuk anak-anak," jelasnya.
Lomba rujak cingur sendiri digelar, karena ini merupakan menu makanan khas Surabaya. Dengan lomba, akan membuat menu ini semakin dikenal dan dilestarikan keberadaannya di Surabaya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved