Futsal PON
Bulldozer Jadi Lumbung Gol PON Kalsel
Tim Divisi I LFA Jatim III, SFC Bulldozer menjadi lumbung gol PON Kalimantan
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Eko Supriyanto
Penampilan Kalsel di uji coba kedua ini berbeda dengan uji coba pertama saat melawan Baskhara, Jumat (22/6/2012). Pada uji coba kedua ini di awal pertandingan PON Kalsel lebih banyak menunggu di daerahnya. Tim asuhan Andri Irawan ini dengan sabar menunggu kesalahan pemain Bulldozer. Begitu merebut bola, mereka dengan cepat melakukan serangan balikr. Hasilnya, dalam sembilan menit awal PON Kalsel mencetak dua gol melalui Fahmi menit keempat dan Chandra menit sembilan.
Begitu unggul 2-0, PON Kalsel mengubah skema main. Mereka tidak lagi memainkan zona marking, namun langsung man to man marking seperti yang dilakukan saat melawan Baskhara. Pressing ketat ini membuat permainan Bulldozer kalang kabut. Kesalahan demi kesalahan terjadi. Hal ini dimanfaatkan PON Kalsel untuk menambah empat gol melalui Fahrul Raji menit ke-16, Supriyanto mencetak dua gol dalam rentang satu menit yakni di menit ke-18 dan ditutup Amrullah menit ke-19.
Masuk di babak kedua, PON Kalsel kembali ke strategi awal yakni zona marking. Mereka menunggu gempuran David Joko dkk di daerah sendiri. Dua menit babak kedua berlangsung Syafrudin mencetak gol ketujuh PON Kalsel, kemudian disusul gol Amrullah menit ke-31. Usai mencetak dua gol, lagi-lagi PON Kalsel mengubah strategi dengan melakukan man to man marking. Akhirnya, PON Kalsel menambah gol lagi melalui Ari Dwi menit ke-33 dan Haris menit ke-35. Beberapa detik menjelang pertandingan bubar, Bulldozer mendapat gol hiburan lewat sontekan pemain muda, Alnoff.
"Kami sengaja mengubah strategi bertanding, karena stamina anak-anak sudah pulih. Intinya, kalau stamina prima, kita mau main dengan cara apa saja bisa," kata Edi Susanto, Asisten Pelatih PON Kalsel usai pertandingan.
Menurut Edi, di awal pertandingan memainkan zona marking sambil menunggu kesalahan lawan. Begitu, lawan salah langsung dicounter. "Usai cetak dua gol kita ubah ke man to man marking," paparnya.
Pelatih Bulldozer, Arif Anton Sujarwo, mengungkapkan, tim asuhannya memiliki enam peluang yang seharusnya bisa menjadi gol. Namun, karena finishing Cahyo dkk buruk, membuat mereka gagal mencetak gol. "Kami memang kalah kualitas," aku Arif.
Menurut Arif, pemain Bulldozer mudah terpancing permainan Kalsel yang sangat terbuka. Hal inilah yang dirasa sebagai petaka. "Karena kami kalah cepat dan stamina Bulldozer sangat kedodoran," kata Arif.