Psikologi
Waspada, Gendam Dapat Bekerja Saat Orang Senang Maupun Susah
gendam sendiri sering disamakan dengan hipnotis, meski opini ini sebenarnya kurang tepat.
Penulis: Nedi Putra AW | Editor: Rudy Hartono
SURYA.co.id | MALANG - Istilah penipuan dengan menggunakan gendam sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Namun gendam sendiri sering disamakan dengan hipnotis, meski opini ini sebenarnya kurang tepat.
Hal ini dikemukan Dedy Marquis, salah seorang konsultan dan trainer dari Traipse Corporation saat diskusi hypnosharing di sebuah kafe Jalan Diponegoro, Kota Malang, Rabu (13/6/2012) malam.
"Hipnotis pada intinya membangun realita di pikiran orang lain," ungkap Dedy.
Cara penyampaiannya juga hampir sama, dimana pelaku pasti menggunakan kata-kata bermakna positif, bahkan sopan.
Namun yang membedakan dengan gendam adalah persetujuan dengan orang yang akan dihipnotis tersebut.
"Proses hipnotis pasti dengan izin dari orang yang bersangkutan, karena pada intinya hipnotis memang untuk tujuan positif, seperti terapi mapun membangun motivasi," imbuhnya.
Sedangkan gendam kerap dipakai untuk tujuan negatif.
Dedy menambahkan, proses gendam dapat terjadi apabila gelombang dan frekuensi otak manusia menurun. Hal ini terjadi pada saat orang sedang bingung, sedih, kacau atau galau.
Para pelaku gendam biasanya sudah mempelajari para korbannya dengan investigasi mendalam.
Kadang-kadang para tukang gendam tergabung dalam satu kelompok, mencari calon korban diterminal atau angkot, terutama mereka yang tampak kebingungan.
Dedy mengatakan, modus para pelaku juga bermacam-macam, seperti menawarkan sesuatu yang menarik, pura-pura kehilangan dompet dan yang pasti penipuan lewat SMS maupun telpon dengan iming-iming korban mendapat hadiah jutaan rupiah.
"Jadi gendam dapat masuk saat susah maupun senang, sehingga intinya kita harus selalu waspada dan berusaha selalu tenang dalam berbagai keadaan, karena dengan ketenangan itu maka gelombang otak akan naik sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain," papar Dedy
Galis Shakti, selaku koordinator acara diskusi menambahkan, kegiatan yang digelar rutin seminggu sekali ini sebagai upaya mengenalkan berbagai topik seputar hipnotis sebagai salah satu cara motivasi positif kepada masyarakat.
