Futsal PON
Gara-gara Kaus Kaki Molor, David Joko Banyak Buang Peluang
Ada cerita menarik dibalik kemenangan LFA Selection atas PON DKI Jakarta
Penulis: Eko Supriyanto | Editor: Eko Supriyanto
Sedikitnya ada enam peluang emas diperoleh pemain asal Bulldozer tersebut, namun hanya satu gol yang berhasil dilesakkan pemain asal Sidoarjo itu. Peluang yang didapat David Joko itu rata-rata tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PON DKI, Abu Bakar. Jika tidak dimentahkan Abu Bakar, bola tendangannya ada yang kena tiang.
Usai pertandingan, David Joko mengaku kecewa gagal mencetak banyak gol. Ditanya mengapa banyak membuang peluang, David Joko dengan polos menyebut penyebabnya faktor kaus kaki. Lho kok bisa?
"Kaus kaki ini baru tapi sudah molor, sehingga setiap saya mau nendang, pelindung kaki ini melorot, karena kaus kakinya tidak bisa menahan," kata David Joko sambil menunjuk kaus kakinya yang sudah molor.
Dikatakan Joko, akibat pelindung kaki sering melorot membuat dirinya tidak nyaman dalam bermain. Bahkan, jika berlari pelindung kaki tersebut ikut bergerak.
Manajer tim Divisi II LFA, FFC Jawara, Giyantona menyebut kaus kaki yang dipakai pemain LFA Selection itu harganya murah, sehingga meskipun baru tapi sudah molor. "Mungkin kaus kaki ini Rp 15.000-an, jadi ya molor," kata Giyantona.